Alami Fluktuasi, Harga Kelapa Butiran Turun dan Tepung Sagu Naik di Riau
RIAUIN.COM - Harga produk komoditi perkebunan di Provinsi Riau mengalami fluktuasi minggu ini, khususnya awal Juni 2023.
"Beberapa komoditi utama, seperti kelapa butiran, kopra mutu kering, tepung sagu basah, dan pinang kering, mengalami perubahan harga yang signifikan," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Kamis (1/6/2023).
Menurut data terbaru, harga kelapa butiran di Kabupaten Kuansing, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Inhil saat ini sebesar Rp. 2.870,- per kilogram. Harga tersebut mengalami penurunan sebesar Rp. 37,- dari harga minggu sebelumnya.
Sementara itu, harga kopra mutu kering (100%) di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti turun menjadi Rp. 5.729,- per kilogram. Terjadi penurunan sebesar Rp. 121,- dibandingkan dengan harga minggu lalu.
Di sisi lain, harga tepung sagu basah di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami kenaikan. Harganya mencapai Rp. 2.775,- per kilogram, naik sebesar Rp. 475,- dari harga minggu sebelumnya.
Komoditi pinang kering (100%) juga mengalami kenaikan harga di beberapa daerah. Di Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Bengkalis, harga pinang kering mencapai Rp. 6.000,- per kilogram. Terjadi peningkatan sebesar Rp. 9,- per kilogram dibandingkan dengan harga minggu sebelumnya.
"Fluktuasi harga komoditi perkebunan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pasokan, permintaan, cuaca, dan kondisi pasar. Petani dan pelaku usaha perkebunan di Riau perlu memperhatikan perubahan harga ini dalam mengelola produksi dan menjaga kestabilan pasar," jelasnya.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan pengawasan yang efektif untuk mendorong kelancaran perdagangan komoditi perkebunan serta menjaga keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok.
"Dengan pemantauan dan tindakan yang tepat, diharapkan harga komoditi perkebunan di Riau dapat stabil dan memberikan manfaat yang optimal bagi para petani dan pelaku usaha perkebunan," tukasnya. (*)
Berita Lainnya
Pemprov Riau Percepat Operasional RSUP Pekanbaru untuk Layanan Medis Rujukan
Terapkan Permenaker Anyar, Pemprov Riau Utamakan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Tim SAR Gabungan Selamatkan Empat Nelayan Riau yang Terombang-ambing di Perairan Pulau Halang
DPRD Riau Gelar Uji Kelayakan 36 Calon Komisioner KPID dan KI pada Agustus 2026
Riau Bebas Asap, Lahan Gambut 81 Hektar di Bengkalis Berhasil Dipadamkan
PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau
Pemprov Riau Percepat Operasional RSUP Pekanbaru untuk Layanan Medis Rujukan
Terapkan Permenaker Anyar, Pemprov Riau Utamakan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Tim SAR Gabungan Selamatkan Empat Nelayan Riau yang Terombang-ambing di Perairan Pulau Halang
DPRD Riau Gelar Uji Kelayakan 36 Calon Komisioner KPID dan KI pada Agustus 2026
Riau Bebas Asap, Lahan Gambut 81 Hektar di Bengkalis Berhasil Dipadamkan
PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau