• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Surat Terbuka Hj. Arnida
25 Juli 2026
Usut Dugaan Pungli SPMT PPPK Miliaran Rupiah, Empat Fraksi DPRD Kuansing Berpeluang Bentuk Pansus
24 Juli 2026
Dugaan Pungli SPMT PPPK Kuansing Tembus Rp 4,8 Miliar, DPRD Didesak Bentuk Pansus
22 Juli 2026
Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
21 Juli 2026
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
20 Juli 2026

  • Home
  • Riau

Meski Harga Sawit Riau Tertinggi di Indonesia, Petani di Siak Tetap Menjerit, Ini Masalahnya

Redaksi

Jumat, 10 Februari 2023 21:10:44 WIB
Cetak
Petani sedang memanen buah sawit miliknya./foto:net.

RIAUIN.COM - Data dirilis DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Riau tertinggi di Indonesia. 

Kendati demikian, hal itu tidak serta merta membuat kehidupan petani sawit di Provinsi Riau semakin membaik. Sebab, harga TBS yang ditetapkan pemerintah itu, tidak dirasakan petani yang tergabung dalam kelompok tani swadaya mandiri.

Ketua Apkasindo Riau KH Suher menyebutkan, harga TBS sawit Riau per tanggal 6 sampai 9 Februari menyentuh harga Rp2.630, dengan harga TBS sawit rata-rata pada angka Rp2.331.

Setelah Riau, harga tertinggi kedua diikuti oleh Sumatera Utara dengan harga RpRp2. 595, Sumatera Barat Rp2.556, Jambi Rp2. 518. Sedangkan provinsi dengan harga sawit terendah dari provinsi Sulawesi Selatan dengan harga Rp1.970.

Dia mengatakan, alasan kuat naiknya harga TBS sawit karena beberapa faktor. Pertama adalah Pergub 77 tentang Tataniaga TBS yang ditetapkan setiap minggu.

Kedua, pendampingan dari Kejati Riau, dimana sejak empat bulan lalu sudah melakukan pendampingan melekat tim harga Dinas Perkebunan Riau. 

Selanjutnya, Surat Gubernur Riau kepada semua PKS di Riau yang jumlahnya diperkirakan mencapai 308 PKS supaya patuh kepada harga Dinas Perkebunan. 

"Dalam waktu dekat tim gabungan Pemda dan APH akan melakukan monitor lapangan langsung ke PKS, ini sangat membantu. Makanya kami mengusulkan supaya sikat, semua PKS PKS nakal, tanpa kecuali," ucapnya, Jumat (10/2/2023). 

"Hal ini membuat petani sawit di Riau terjaga oleh perhatian serius dari Gubernur Riau serta pengawasan melekat dari Kejati Riau," tambahnya. 

Diberitakan Riauin.com, Ketua Kelompok Tani Siak Berkah Mandiri di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Alfian Tanjung tidak merasakan dampak positif terhadap naiknya harga TBS di Riau.

Bahkan, akibat sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, petani malah menderita. Mereka terpaksa membeli pupuk jenis NPK non subsidi hingga Rp800 ribu per karung (sak). Sedangkan pupuk urea mencapai Rp450 ribu per sak.

Penderita petani yang tergabung dalam kelompok tani swadaya mandiri, bukan hanya masalah pupuk. Namun, harga tandan buah sawit (TBS) juga dibeli lebih murah oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Selisihnya Rp400 hingga Rp500 per kilogram. 

"Derita petani swadaya mandiri seperti saya dan petani lainnya sangat komplit. Kami ini anak tiri. Tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah," keluhannya kepada Riauin.com, Kamis (9/2/2023).

Alfian menceritakan, sejak dirinya menjabat sebagai ketua kelompok tani 5 tahun lalu, sampai saat ini tercatat 64 orang anggotanya. Dimana, jumlah lahan sawit dikelola sekitar 138 hektar.

"Yang saya sesalkan, kenapa harga TBS dari kelompok tani swadaya mandiri seperti kami ini harga jual lebih murah dari harga tim dan plasma. Padahal, sama-sama buah sawit yang dimanfaatkan pemerintah untuk CPO," ujarnya.

Dia mencontohkan, untuk harga TBS pekan ini yang diumumkan Pemerintah Provinsi Riau mencapai Rp2.600 per kilogram.

"Tapi harga TBS kita cuma dibayar Rp2.100 atau kurang Rp500 per kilo dari buah sawit kelompok tani plasma. Ini kan tak adil. Pupuk subsidi tak dapat, harga jual juga murah. Semakin lengkap penderitaan kami," keluhnya.

Dia menjelaskan, pupuk jenis urea biasanya digunakan sampai buah sawit berusia 5 tahun. Harga pupuk urea subsidi Rp140 ribu per sak (berat 50 kg), sedangkan non subsidi Rp400 ribu.

Setelah buah sawit berusia 5 tahun atau sudah berbuah pasir, lanjut Alfian, digunakan pupuk jenis NPK dan KCL. Pupuk ini bermanfaat agar mendapatkan buah yang bagus dan banyak.

"Petani swadaya mandiri sering mengeluhkan mahalnya harga pupuk jenis NPK dan KCL ini. Saat ini, jenis NPK harga pupuk subsidi Rp240 ribu per sak, non subsidi Rp800-Rp900 ribu. Selisihnya sampai Rp500 ribu per sak," jelasnya.

Pupuk jenis NPK ini digunakan petani 4 bulan sekali. Alfian mengatakan, untuk lahan sawit 2 hektare, dibutuhkan sekitar 35-40 sak pupuk untuk setahun.

"Akibat mahalnya harga pupuk, akhirnya petani swadaya mandiri terus menjerit. Sementara, pupuk subsidi tak pernah kita nikmati," kata Alfian.

Menurutnya, setiap kecamatan di Kabupaten Siak memiliki satu distributor pupuk bersubsidi. Distributor yang ditunjuk pemerintah itu bertanggung jawab untuk mendistribusikan pupuk subsidi kepada petani, melalui pengecer (kios).

"Setahu saya, setiap kecamatan ada distributor pupuk bersubsidi. Tapi untuk di Dayun, saya ngak pernah tahu. Bagaimana bisa mendapatkan pupuk subsidi, dilibatkan  saja kita tak pernah. Buktinya, di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tidak ada nama kelompok tani saya. Sudah sering disampaikan ke Kepala Desa dan pihak kecamatan, tapi sampai sekarang tak digubris," pungkasnya.(*)


 Editor : Satria Donald


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Kerentanan Pangan Masih Bayangi Pertumbuhan Ekonomi Riau

Dua Wilayah di Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

Kebocoran Pajak Sektor Industri di Riau Ditekan, Pansus DPRD Sodorkan 16 Rekomendasi

Paripurna DPRD, Banggar Keluarkan 17 Rekomendasi Evaluasi untuk APBD Riau

Peringatan Hari Jadi ke-69 Riau Disemarakkan Pasar Murah hingga Layanan Kesehatan Gratis

Tekan Kriminalitas di Jalan Naga Sakti, Pemko Pekanbaru Tata Kawasan Stadion Utama Riau

Kerentanan Pangan Masih Bayangi Pertumbuhan Ekonomi Riau

Dua Wilayah di Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

Kebocoran Pajak Sektor Industri di Riau Ditekan, Pansus DPRD Sodorkan 16 Rekomendasi

Paripurna DPRD, Banggar Keluarkan 17 Rekomendasi Evaluasi untuk APBD Riau

Peringatan Hari Jadi ke-69 Riau Disemarakkan Pasar Murah hingga Layanan Kesehatan Gratis

Tekan Kriminalitas di Jalan Naga Sakti, Pemko Pekanbaru Tata Kawasan Stadion Utama Riau

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Usut Dugaan Pungli SPMT PPPK Miliaran Rupiah, Empat Fraksi DPRD Kuansing Berpeluang Bentuk Pansus
  • 2 Cuaca Buruk, BPBD Pekanbaru Minta Warga Waspadai Pohon Tumbang
  • 3 Satpol PP Pekanbaru Layangkan Peringatan bagi Pedagang Pasar Tumpah di Jalan Ahmad Yani
  • 4 Dugaan Pungli SPMT PPPK Kuansing Tembus Rp 4,8 Miliar, DPRD Didesak Bentuk Pansus
  • 5 Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
  • 6 Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
  • 7 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
  • 8 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 9 DPD KSPSI Riau Tegaskan Muscab FSP NIBA Pembaruan Sah, Tengku Darwin Resmi Nahkodai PC Pekanbaru
Terkini +INDEKS

Perkuat Literasi dan Pelindungan Hukum Jurnalis Perempuan, Hukumonline sediakan Layanan AI Gratis untuk FJPI

28 Juli 2026
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
28 Juli 2026
Atasi Terbatasnya APBD, Pemkab Siak Ajak Perusahaan Swasta Benahi Jalan
28 Juli 2026
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
28 Juli 2026
Bawa Kabur Remaja Hampir Sebulan, Pemuda Asal Pekanbaru Diringkus Polisi
28 Juli 2026
Kerentanan Pangan Masih Bayangi Pertumbuhan Ekonomi Riau
28 Juli 2026
Dua Wilayah di Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla
28 Juli 2026
Penambangan Emas Tanpa Izin Kembali Marak, Polisi Gerak Cepat Bakar Alat PETI di Kuansing
28 Juli 2026
Kebocoran Pajak Sektor Industri di Riau Ditekan, Pansus DPRD Sodorkan 16 Rekomendasi
28 Juli 2026
Paripurna DPRD, Banggar Keluarkan 17 Rekomendasi Evaluasi untuk APBD Riau
28 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved