Kasus Covid-19 Ngegas Lagi, Ternyata Ini "Biang Keroknya"
RIAUIN.COM - Indonesia mencatat sebanyak 3.361 kasus baru pada Selasa (12/7/2022). Angka ini merupakan kenaikan kasus harian terbanyak sejak akhir Mei 2022 lalu. Dokter spesialis dalam dari RSPI Sulianti Saroso, dr Muhamad Fauzan, SpPD, mengungkapkan biang kerok di balik lonjakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendornya protokol kesehatan di kalangan masyarakat.
"Dari prokes sendiri memang sudah 2,5 tahun ya menghadapi COVID ini, mungkin masyarakat juga sudah mulai lengah untuk menghadapi COVID ini. Jadi, mulai ada terjadi penurunan kedisiplinan dalam menjaga protokol kesehatan," tuturnya dalam agenda Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Rabu (13/7/2022) dikutip dari detik.
Selain prokes, dr Fauzan menyebut kenaikan ini juga bisa disebabkan oleh mudik saat lebaran pada bulan Mei lalu, serta munculnya varian baru dari Omicron, yaitu subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Kedua subvarian Omicron tersebut diyakini memiliki daya penularan yang lebih tinggi dibandingkan Omicron atau strain aslinya, bahkan bisa menghindar dari sistem imun kekebalan yang sudah terbentuk sebelumnya.
"Sempat ada kemarin mudik juga ya mungkin juga bisa menyumbangkan sedikit peningkatan, terakhir ini yang paling penting adanya varian baru dari Omicron," ucap dr Fauzan.
"Bulan lalu, Kementerian Kesehatan menemukan adanya varian baru, subvarian baru BA.4 dan BA.5 dari Omicron ini yang memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan Omicron sebelumnya, sehingga menyebabkan peningkatan kasus COVID-19 akhir-akhir ini," sambungnya. (*)
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol