Jurus Cepat Mukhlisin Merayu Pusat, Kuansing Diguyur Proyek APBN
Jejak Remang di Belakang Kantor Bupati Kuansing
Inflasi Sumut Melonjak 0,44 Persen per April 2022, Dipicu Kenaikan Harga Minyak Goreng
RIAUIN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi atau kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebesar 0,44 persen secara bulanan pada April 2022.
"Terjadi kenaikan IHK dari 107,91 pada Maret 2022 menjadi 108,38 pada April 2022. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2022 sebesar 1,99 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2022 terhadap April 2021) sebesar 3,63 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin, Selasa (10/5).
Nurul mengatakan inflasi terjadi karena sejumlah harga komoditas naik pada April 2022. Beberapa komoditas tersebut, antara lain minyak goreng, bensin, daging ayam ras, anggur, dan pir.
Secara keseluruhan, inflasi berasal dari kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,25 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,56 persen.
Kemudian, kelompok kesehatan 0,23 persen, kelompok transportasi 1,78 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan 0,01 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,23 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,90 persen.
"Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi 0,08 persen," imbuh Nurul dikutip dari cnnindonesia.
Terpisah, Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menilai realisasi inflasi Sumatera Utara cukup tinggi pada April 2022.
"Besaran inflasi sebesar itu sudah membuat inflasi tahun berjalan Sumut mendekati 2 persen. Padahal inflasi sebesar itu baru dilalui selama 4 bulan, " ujar Gunawan.
Ia khawatir inflasi akan semakin tinggi di tengah kenaikan suku bunga acuan global serta harga energi hingga pangan yang semakin mahal. Kondisi ini akan membuat sejumlah harga yang diatur pemerintah meningkat.
"Jadi delapan bulan tersisa nanti akan benar-benar membuat ekonomi Sumatera Utara dalam tekanan, khususnya jika dikaitkan dengan pengendalian inflasi," tutup Gunawan. (*)
Berita Lainnya
Banjir Bandang Terjang Objek Wisata di Deli Serdang, Mobil Minibus Terseret Arus
Genjot Wisata Medis, PERSI Sumut Gelar Medan Hospital Expo
Atasi Masalah Sampah, Walikota Medan Minta Dukungan Masyarakat
Masyarakat Diminta Waspada Potensi Hujan Lebat di Pegunungan Sumut
Tercepat Sampaikan LKPD, BPK Apresiasi Pemkab Tapsel
Amankan F1 Powerboat Danau Toba, 56 Personel Polres Madina Dikerahkan
Banjir Bandang Terjang Objek Wisata di Deli Serdang, Mobil Minibus Terseret Arus
Genjot Wisata Medis, PERSI Sumut Gelar Medan Hospital Expo
Atasi Masalah Sampah, Walikota Medan Minta Dukungan Masyarakat
Masyarakat Diminta Waspada Potensi Hujan Lebat di Pegunungan Sumut
Tercepat Sampaikan LKPD, BPK Apresiasi Pemkab Tapsel
Amankan F1 Powerboat Danau Toba, 56 Personel Polres Madina Dikerahkan