PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Mutasi Pejabat, Suhardiman: Harus Ikuti Pemetaan Pegawai
PEKANBARU, Riauin.com - Rencana mutasi pejabat yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau mulai santer tetdengar. Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Riau dari Fraksi Hanura-Nasdem, Suhardiman Amby sangat berharap banyak penempatan yang dilakukan harus mengikuti pemetaan pegawai yang sudah ada agar tidak salah posisi.
"Terkait mutasi ini sudah merupakan teriakan kita pada tahun lalu. Pertana cocokkanlah dengan pemetaan yang sudah dianggarkan yang dititipkan sama BKD dengan anggaran Rp 4M. Sehingga klasifikasi pendidikan atsu ilmu yang dimiliki sesuai dengan bidang yang ditempati," jelasnya sembari menyebutkan menempatkan orang sesuai pada posisinya.
Diberikan contoh oleh Anggota yang tergabung di Komisi C ini, Misalnya si A tamatan Pertanian, eselonnya III, disekolahkan ke Jakarta, pulang nanti ditempatkan di posisinya. Begitu juga dengan si B, tamatan hukum, eselonya IV disekolahkan di Jogja, pulangnya menempsti posisi di biro humum. Demikian pemetaan yang dilakukan. "Sudah mahal-mahal kita anggarkan, disekolahkan, tapi tidak dipaksi penetaan itu," sebutnys dengan nada heran.
Disampaikan juga oleh Dapil Kabupaten Kuantan Singingi ini, sudah tidak zamanya lagi titipan-titpan. Kalau hal ini masih juga dilakukan, Provinsi Riau tidak akan maju-maju. Kegiatan pembangunan tidsk akan jalan dan serapan tudak optimal. "Kalau masih juga cerita jasa-jasa masa kampanye dulu, tidak akan maju-maju kita," jelasnya lagi sembari mengskui kalau Pemprov sudah pahsm masalah ini. (snc)
"Terkait mutasi ini sudah merupakan teriakan kita pada tahun lalu. Pertana cocokkanlah dengan pemetaan yang sudah dianggarkan yang dititipkan sama BKD dengan anggaran Rp 4M. Sehingga klasifikasi pendidikan atsu ilmu yang dimiliki sesuai dengan bidang yang ditempati," jelasnya sembari menyebutkan menempatkan orang sesuai pada posisinya.
Diberikan contoh oleh Anggota yang tergabung di Komisi C ini, Misalnya si A tamatan Pertanian, eselonnya III, disekolahkan ke Jakarta, pulang nanti ditempatkan di posisinya. Begitu juga dengan si B, tamatan hukum, eselonya IV disekolahkan di Jogja, pulangnya menempsti posisi di biro humum. Demikian pemetaan yang dilakukan. "Sudah mahal-mahal kita anggarkan, disekolahkan, tapi tidak dipaksi penetaan itu," sebutnys dengan nada heran.
Disampaikan juga oleh Dapil Kabupaten Kuantan Singingi ini, sudah tidak zamanya lagi titipan-titpan. Kalau hal ini masih juga dilakukan, Provinsi Riau tidak akan maju-maju. Kegiatan pembangunan tidsk akan jalan dan serapan tudak optimal. "Kalau masih juga cerita jasa-jasa masa kampanye dulu, tidak akan maju-maju kita," jelasnya lagi sembari mengskui kalau Pemprov sudah pahsm masalah ini. (snc)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak