• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mahasiswa FH UNRI Dorong Penguatan Ekologi dan Pangan Desa Bukit Sembilan
08 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Adu Nasib ke Pusat, Pemkab Kuansing Perjuangkan 8 Agenda Pembangunan Strategis
07 Oktober 2026
TKD 2027 Diproyeksi Anjlok, Plt Bupati Kuansing Siapkan Strategi Pengetatan Anggaran
07 Oktober 2026
Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat
07 Oktober 2026

  • Home
  • Kuantan Singingi

Warga Heboh, Tanah Ulayat Kenegerian Koto Teluk Beringin Kuansing Dijual Rp3,6 Miliar ke PT RAPP

Redaksi

Ahad, 22 Agustus 2021 20:18:24 WIB
Cetak
Selebaran yang beredar di masyarakat bahwa tanah ulayat Kenegerian Koto Teluk Beringin sudah dijual ke PT RAPP./foto:hendri.

RIAUIN.COM - Sejumlah perangkat desa Teluk Beringin, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuansing,  mendapatkan selebaran yang tak jelas asal usulnya dari orang tak dikenal.

Selebaran itu beredar di warung-warung milik warga. Surat yang ditulis dengan tulisan tangan menghebohkan warga. Pasalnya, selebaran itu menyebutkan tanah ulayat milik Kenegerian Koto Beringin telah dijual senilai Rp3,6 miliar kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP).

Kenegerian Koto Teluk Beringin terdiri dari 4 desa yakni, Desa Teluk Beringin, Desa Pulau Mungkur, Desa Seberang Sungai dan Desa Pulau Rumput.

Namun, kalau surat itu benar, siapa oknum yang nekat menjual lahan seluas 325 hektar itu kepada PT RAPP? Warga meminta perangkat desa untuk menjelaskan perihal raibnya tanah ulayat tersebut.

BACA JUGA
  • Tak Satu pun Usulan Warga Desa Sumpu Terkabulkan: Kami Sudah Muak Dengan Janji Manis
  • Bentuk Tim Berlapis, Ribuan Warga Kuantan Mudik Bergabung ke Paslon Halim-Sardiyono
  • Makin Jauh Panggang dari Api, Harapan Para Datuk Miliki Rumah Adat Melayu di Kuansing Sirna

"Kami yang ikut dituding menjual lahan. Padahal kami perangkat desa tidak tahu menahu soal ini," kata Ketua BPD Teluk Beringin, Darlius saat berbincang dengan Riauin.com, Ahad (22/8/2021).

Darlius yang merupakan mantan Kades Teluk Beringin ini mengakui lahan ulayat milik kenegerian telah dijual oleh pihak tertentu. Sepengetahuannya, ada tiga kelompok tani yang telah menjualnya ke PT RAPP.

"Memang betul lahan itu telah dijual. Kabarnya oleh tiga kelompok tani. Ini yang patut usut, karena lahan ulayat itu adalah milik bersama masyarakat 4 desa. Bukan milik kelompok tani saja," kata Darlius.

Disebutkannya, lahan seluas 325 hektar dulunya sempat dikuasai PT RAPP. Sekitar tahun 1997 masyarakat berjuang untuk memperebutkan lahan itu agar diserahkan kepada Kenegerian Koto Beringin. 

Berkat perjuangan bersama waktu itu, ucap Darlius, sekitar tahun 1998 pihak perusahaan menyerahkan secara resmi lahan seluas 325 hektar itu kepada Kenegerian Koto Beringin agar dipergunakan untuk tanaman rakyat seperti karet dan bercocok tanaman lainya.

"Penyerahannya waktu itu di Kantor Kepala Desa Pulau Mungkur disaksikan oleh para ninik mamak dan 4 kepala desa. Waktu itu saya masih menjabat kepala desa Teluk Beringin," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Idisman.  Mantan Kades Pulau Mungkur mengatakan, lahan seluas 325 hektar itu sebenarnya diperuntukan untuk masyarakat kenegerian. 

"Namun entah dimana jalannya kok sekarang dijual oleh kelompok tani. Di zaman saya menjabat dulu tidak pernah ada  penyerahan kepada kelompok tani. Begitupun juga oleh ninik mamak setempat. Gak ada," tegas Idit.

Ketua Pemuda Desa Teluk Beringin, Ramadhan meminta pihak-pihak yang merasa menjual lahan tersebut agar transparan kepada masyarakat. Dia mengaku telah mendengar informasi lahan milik masyarakat kenegerian itu telah raib dijual. 

Namun, hasil penjualan Rp3,6 miliar itu belum diketahui siapa pihak yang menerima.

"Oknum kades juga mendapatkan aliran dana masing-masing Rp25 juta dan untuk mesjid Rp75 juta," katanya.

Ramadhan dan beberapa perangkat desa di Teluk Beringin tidak mengaku tidak merasa senang dengan tudingan atas penjualan lahan tersebut. 

"Yang menjual siapa, dan yang kena busuknya kami. Ini yang kami tak terima. Kalau bisa kita proses hukum agar kasus penjualan tanah ulayat ini terang benderang," tuturnya.

Kepala Desa Pulau Mungkur, Hermayanti pun mengakui bahwa dirinya pernah diberi uang kompensasi atas penjualan lahan itu sebesar Rp100 juta. Uang ini gunanya untuk mesjid Pulau Mungkur sebesar Rp75 juta dan untuk kepala desa sebanyak Rp25 juta.

Namun, uang Rp100 juta itu diserahkan Hermayanti seluruhnya untuk mesjid, tanpa mengambil sepersen pun.

"Jumat kemarin uangnya sudah kami serahkan semuanya untuk mesjid Pulau Mungkur. Tak sepersen pun kami ambil," ucap Hermayanti seperti dituturkan suaminya Sulbahri kepada Riauin.com.

Sepengetahuan Sulbahri, luas lahan yang dijual oleh tiga kelompok tani itu bukan seluas 325 hektar melain 171 hektar. 

Kini, masyarakat kenegerian merasa resah dengan penjualan tanah ulayat itu. Tak sedikit dari anggota masyarakat ingin membawa masalah tersebut ke ranah hukum. Supaya, pihak yang terlibat bertanggungjawab atas raibnya lahan tanah ulayat tersebut.--hen.


 Editor : Satria Donald
Kata Kunci Kuansing


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Adu Nasib ke Pusat, Pemkab Kuansing Perjuangkan 8 Agenda Pembangunan Strategis

TKD 2027 Diproyeksi Anjlok, Plt Bupati Kuansing Siapkan Strategi Pengetatan Anggaran

Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat

Proyeksi DBH Migas 2027 Anjlok 77 Persen, Postur APBD Kuantan Singingi Terancam Pincang

Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi

Adu Nasib ke Pusat, Pemkab Kuansing Perjuangkan 8 Agenda Pembangunan Strategis

TKD 2027 Diproyeksi Anjlok, Plt Bupati Kuansing Siapkan Strategi Pengetatan Anggaran

Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat

Proyeksi DBH Migas 2027 Anjlok 77 Persen, Postur APBD Kuantan Singingi Terancam Pincang

Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PSPS Percaya Diri Hadapi Semen Padang dan Bhayangkara di Grup B League Cup
  • 2 BMKG Pantau 19 Titik Panas di Riau, Terbanyak dari Kuansing
  • 3 Jarak Pandang 1.000 Meter di Pekanbaru, Keberangkatan Pesawat Bandara SSK II Tetap Normal
  • 4 Adu Nasib ke Pusat, Pemkab Kuansing Perjuangkan 8 Agenda Pembangunan Strategis
  • 5 TKD 2027 Diproyeksi Anjlok, Plt Bupati Kuansing Siapkan Strategi Pengetatan Anggaran
  • 6 Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat
  • 7 Proyeksi DBH Migas 2027 Anjlok 77 Persen, Postur APBD Kuantan Singingi Terancam Pincang
  • 8 Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah
  • 9 Kasus Penipuan Proyek Batu Bara Rp495 Juta, Ayah Selebgram di Pekanbaru Jadi Tersangka
Terkini +INDEKS

Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Rumah

09 Oktober 2026
BMKG Ingatkan Potensi Udara Kabur Berasap di Riau meski Hotspot Terdeteksi Minim
09 Oktober 2026
Menembus Kabut Asap, Capella Honda Bagikan Tips #Cari_Aman Saat Jarak Pandang Terbatas
09 Oktober 2026
Antisipasi Risiko Kerugian di Industri Energi, UPER Dorong Pengelolaan Risiko Berbasis Aktuaria
08 Oktober 2026
Pemko Pekanbaru Instriksikan Salat Minta Hujan Serentak dan Pembagian Masker Besok
08 Oktober 2026
KPK Telusuri Aliran 14 Ribu Dolar Singapura Kasus Suhardiman Amby, Pejabat Kuansing Diperiksa
08 Oktober 2026
Tekan Risiko Paparan Asap, Dua Ribu Masker Gratis Disebar di Pasar Cik Puan
08 Oktober 2026
Pemprov Riau dan BPN Targetkan Percepatan Sertifikasi Tanah Masyarakat
08 Oktober 2026
Pekanbaru Catat Kasus ISPA Tertinggi di Riau, Diskes Buka Posko Darurat dan Rumah Oksigen
08 Oktober 2026
Mahasiswa FH UNRI Dorong Penguatan Ekologi dan Pangan Desa Bukit Sembilan
08 Oktober 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved