PILIHAN
Sidak BBPOM Temukan 3 dari 33 Sampel Makanan di Pasar Tembilahan Pakai Rhodamin B
TEMBILAHAN, Riauin.com - Bila tak rutin dipantau akan ada selalu oknum pedagang nakal yang jual takjil tak sehat di Pasar Ramadan. Termasuk gunakan bahan berbahaya di dalamnya agar tampak menarik dan tahan lama.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Riau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Kesehatan Inhil pun melakukan sidak ke sejumlah pasar di Kota Tembilahan, terkait hal itu.
Adapun pasar yang disidak tersebut adalah Pasar Rakyat, Pasar Pagi, dan sejumlah Pasar Wadai, seperti yang berada di Jalan Pangeran Hidayat, Jalan M Boya dan Jalan Kapten Muhktar.
Dari sejumlah tempat yang didatangi itu, BBPOM Riau mengambil 52 sampel, yang terdiri dari 33 sampel makanan dan 19 takjil untuk berbuka puasa.
Setelah dilakukan pengujian, tiga dari 33 sampel tebukti mengandung pewarna sintetis atau Rhodamin B, 3 makanan tersebut adalah terasi udang, terasi merah muda dan delima.
Sementara itu, dari 19 takjil yang diperiksa, tidak ada yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Kepala BBPOM Riau, Muhammad Kashuri mengatakan jika Rhodamin B dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama bisa meniumbulkan gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, gagal ginjal sampai dengan kanker.
''Kami berharap masyarakat di Kabupaten Inhil khususnya Tembilahan bisa mewaspadai ciri-ciri makanan yang mengandung Rhodamin B'', terang Muhammad Kashuri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Arifin menerangkan pada umumnya masyarakat sudah menggunakan bahan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi.
''Kita akan rutin melakukan pemeriksaan seperti ini, tapi masyarakat juga tidak perlu khawatir, karena untuk takjil, terbukti tidak ada mengandung bahan berbahaya,'' tukas Zainal Arifin.(src)
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Riau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Kesehatan Inhil pun melakukan sidak ke sejumlah pasar di Kota Tembilahan, terkait hal itu.
Adapun pasar yang disidak tersebut adalah Pasar Rakyat, Pasar Pagi, dan sejumlah Pasar Wadai, seperti yang berada di Jalan Pangeran Hidayat, Jalan M Boya dan Jalan Kapten Muhktar.
Dari sejumlah tempat yang didatangi itu, BBPOM Riau mengambil 52 sampel, yang terdiri dari 33 sampel makanan dan 19 takjil untuk berbuka puasa.
Setelah dilakukan pengujian, tiga dari 33 sampel tebukti mengandung pewarna sintetis atau Rhodamin B, 3 makanan tersebut adalah terasi udang, terasi merah muda dan delima.
Sementara itu, dari 19 takjil yang diperiksa, tidak ada yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Kepala BBPOM Riau, Muhammad Kashuri mengatakan jika Rhodamin B dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama bisa meniumbulkan gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, gagal ginjal sampai dengan kanker.
''Kami berharap masyarakat di Kabupaten Inhil khususnya Tembilahan bisa mewaspadai ciri-ciri makanan yang mengandung Rhodamin B'', terang Muhammad Kashuri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Arifin menerangkan pada umumnya masyarakat sudah menggunakan bahan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi.
''Kita akan rutin melakukan pemeriksaan seperti ini, tapi masyarakat juga tidak perlu khawatir, karena untuk takjil, terbukti tidak ada mengandung bahan berbahaya,'' tukas Zainal Arifin.(src)
Berita Lainnya
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar