PILIHAN
Korban Longsor Padang Makan Sahur di Pengungsian
PADANG, Riauin.com -- Warga terdampak longsor di Bukit Batang Bungo, Kelurahan Mata Air, Kota Padang, Kamis pagi (1/6) makan sahur di pengungsian.
"Rumah saya tertimbun material longsor, dinding roboh dan tanah masuk ke rumah. Maka sampai saat ini saya di pengungsian, dan sahur di sini," kata seorang koban longsor Suryati (50 tahun) di Padang, Kamis pagi. Ia mengatakan untuk makanan sahur dia dan kedua anaknya terpaksa membeli karena tak ada bantuan baik dari swasta atau pemerintah.
"Tidak ada bantuan makanan sahur, jadi saya terpaksa membeli. Karena memasak pun tidak mungkin, perkakas masak tertimbun di rumah bersama longsor," katanya.
Ia menyebutkan bantuan yang diterima hanya pada Rabu (31/5) malam setelah berbuka puasa sekitar pukul 19.30 WIB, dari pemerintahan kota setempat berupa nasi bungkus. Suryati mengungsi bersama kedua anaknya di pondok pemuda yang difungsikan sebagai tempat pengungsian pertama, setelah kediamannya tertimpa longsor.
Selain Suryati juga tedapat warga lainnya yaitu Rini (30) dengan tiga anak, dan Yanti (40) dengan kelima anaknya. Warga tersebut ikut mengungsi karena khawatir akan kembali terjadi longsor.
Meski demikian keduanya masih bisa membawa alat memasak ke tempat pengungsian, mengingat rumahnya tidak terdampak longsor seperti rumah Suryati. Saat ini, dua tenda Dinas Sosial telah didirikan di seberang jalan dari tempat pengungsian tidak terpakai karena permukaan tanah pada tenda itu tidak padat.(rol)
"Rumah saya tertimbun material longsor, dinding roboh dan tanah masuk ke rumah. Maka sampai saat ini saya di pengungsian, dan sahur di sini," kata seorang koban longsor Suryati (50 tahun) di Padang, Kamis pagi. Ia mengatakan untuk makanan sahur dia dan kedua anaknya terpaksa membeli karena tak ada bantuan baik dari swasta atau pemerintah.
"Tidak ada bantuan makanan sahur, jadi saya terpaksa membeli. Karena memasak pun tidak mungkin, perkakas masak tertimbun di rumah bersama longsor," katanya.
Ia menyebutkan bantuan yang diterima hanya pada Rabu (31/5) malam setelah berbuka puasa sekitar pukul 19.30 WIB, dari pemerintahan kota setempat berupa nasi bungkus. Suryati mengungsi bersama kedua anaknya di pondok pemuda yang difungsikan sebagai tempat pengungsian pertama, setelah kediamannya tertimpa longsor.
Selain Suryati juga tedapat warga lainnya yaitu Rini (30) dengan tiga anak, dan Yanti (40) dengan kelima anaknya. Warga tersebut ikut mengungsi karena khawatir akan kembali terjadi longsor.
Meski demikian keduanya masih bisa membawa alat memasak ke tempat pengungsian, mengingat rumahnya tidak terdampak longsor seperti rumah Suryati. Saat ini, dua tenda Dinas Sosial telah didirikan di seberang jalan dari tempat pengungsian tidak terpakai karena permukaan tanah pada tenda itu tidak padat.(rol)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini