PILIHAN
Kota Padang Dilanda Banjir, Warga Terpaksa Dievakuasi
PADANG, Riauin.com -- Belasan warga terdampak banjir Jondul, Kelurahan Rawang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai dievakuasi dari rumah masing-masing ke gedung perkantoran yang aman.
"Air dalam rumah mencapai ketinggian satu meter. Sementara di jalan ketinggiannya lebih dari satu meter," kata salah seorang warga yang dievakuasi Andri Dermawan, di Padang, Rabu (30/5).
Andri yang tinggal di RW 14, Rawang, Padang Selatan, dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, bersama enam anggota keluarganya. Selain Andri, juga dievakuasi sejumlah warga lain terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet. Karena belum terdapat tenda darurat, warga sementara dievakuasi ke Gedung Kantor dan Operasional Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur BMKG.
Hingga pukul 04.33 WIB, satu unit perahu masih terus melakukan evakuasi ke rumah warga yang tidak bisa diakses jalan kaki, mengingat air menggenangi sebahagian besar jalan di lokasi itu dengan ketinggian lebih dari satu meter.
Sebelumnya banjir disebabkan hujan yang mengguyur sejak Rabu (30/5) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
Air mulai merangsek naik sekitar pukul 01.30 WIB, dan memasuki rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB.
Pantauan di lapangan, hujan mulai berhenti tetapi genangan air belum surut.
Menurut Andri serta warga lainnya Erman (61 tahun), kejadian serupa juga berlangsung di kawasan itu pada Ramadhan 2015. Belum terdapat data resmi jumlah warga terdampak banjir, tetapi diperkirakan mencapai ratusan jiwa. Hal itu melihat perbandingan pada banjir yang terjadi di kawasan setempat pada Ahad (21/5).
Ketinggian air pada Ahad tersebut, tidak setinggi saat ini. Menurut Lurah Rawang Maspeg, warga terdampak banjir saat itu lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK).(rol)
"Air dalam rumah mencapai ketinggian satu meter. Sementara di jalan ketinggiannya lebih dari satu meter," kata salah seorang warga yang dievakuasi Andri Dermawan, di Padang, Rabu (30/5).
Andri yang tinggal di RW 14, Rawang, Padang Selatan, dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, bersama enam anggota keluarganya. Selain Andri, juga dievakuasi sejumlah warga lain terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet. Karena belum terdapat tenda darurat, warga sementara dievakuasi ke Gedung Kantor dan Operasional Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur BMKG.
Hingga pukul 04.33 WIB, satu unit perahu masih terus melakukan evakuasi ke rumah warga yang tidak bisa diakses jalan kaki, mengingat air menggenangi sebahagian besar jalan di lokasi itu dengan ketinggian lebih dari satu meter.
Sebelumnya banjir disebabkan hujan yang mengguyur sejak Rabu (30/5) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
Air mulai merangsek naik sekitar pukul 01.30 WIB, dan memasuki rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB.
Pantauan di lapangan, hujan mulai berhenti tetapi genangan air belum surut.
Menurut Andri serta warga lainnya Erman (61 tahun), kejadian serupa juga berlangsung di kawasan itu pada Ramadhan 2015. Belum terdapat data resmi jumlah warga terdampak banjir, tetapi diperkirakan mencapai ratusan jiwa. Hal itu melihat perbandingan pada banjir yang terjadi di kawasan setempat pada Ahad (21/5).
Ketinggian air pada Ahad tersebut, tidak setinggi saat ini. Menurut Lurah Rawang Maspeg, warga terdampak banjir saat itu lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK).(rol)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini