Polisi Salurkan Air Bersih untuk Warga Suku Akit yang Sumurnya Kering Akibat Kemarau
RIAUIN.COM - Warga Suku Akit yang berada di Dusun Rukun, Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, sejak beberapa hari terakhir mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur warga Suku Akit yang berada di pulau terluar ini kering akibat kemarau panjang di daerah itu.
Bhabinkabtibmas Desa Pambang Baru,
Aipda Muhammad Haris menyebutkan, hampir sebulan lebih hujan tidak mengguyur Bengkalis dan sekitarnya. Akibatnya persediaan air bersih warga mulai habis dan bahkan sumur-sumur mengering, sehingga warga mulai kesulitan untuk mandi, mencuci dan memasak.
“Hari Minggu kemarin, Pak Usang tokoh masyarakat Suku Akit menghubungi saya, katanya persediaan air bersih sudah habis, sementara sumur-sumur mereka juga mengering. Pak Usang meminta saya carikan solusinya, apalagi dalam waktu dekat mau perayaan Imlek,” ungkap Aipda Muhammad Haris, Selasa (09/02/2021).
Mendapat laporan dari warga, lanjut Haris, dirinya langsung mendatangi Kantor PDAM Bengkalis menyampaikan keluhan masyarakat dan berharap bantuan air bersih di Dusun Rukun Pambang Baru tersebut.
“Alhamdulillah, permintaan saya direspon positif oleh PDAM, dan pada sore harinya PDAM mengerahkan mobil tanki air 5.000 liter menuju Desa Pambang Baru yang berjarak sekitar 60 km dari Kota Bengkalis. Mereka suka cita menerima bantuan air bersih dan berharap jika memang musim kemarau ini berkepanjangan bantuan air bersih tetap ada,” ucap Haris.
Mantan ajudan Kapolres Bengkalis Brigjend (Purn) Slamet Riyanto dan Komjen Agung Budi Maryoto ini juga mengupayakan bantuan serupa untuk dua desa lainnya, yakni Teluk Pambang dan Pambang Pesisir. Karena dua desa ini, bakal menghadapi persoalan yang sama jika dalam sebulan terakhir hujan tidak juga turun.
Sementara itu tokoh masyarakat Suku Akit, Usang sangat bersyukur atas bantuan air bersih yang diupayakan Bhabinkamtibmas Aipda Haris. Air bersih tersebut sangat diharapkan masyarakat, terlebih dalam waktu dekat mereka akan menyambut perayaan Imlek.
“Terima kasih kepada Pak Haris, yang peduli dengan kondisi masyarakat kami. Pak Haris ini sudah lame kami kenal dan cukup dekat dengan masyarakat, selalu membantu, tak cume air bersih, kadang Pak Haris juge kasi beras untuk warge kami yang susah,” sebut Usang.
Tak hanya itu Aipda Haris juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar (memerun) lahan saat membersihkan lahan, karena kondisi panas seperti sekarang ini karhutla sangat mudah terjadi.--mahfud.
Berita Lainnya
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung
Manggala Agni Kerahkan Tiga Regu Padamkan Sisa Karhutla di Kelemantan Barat
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung
Manggala Agni Kerahkan Tiga Regu Padamkan Sisa Karhutla di Kelemantan Barat