PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Kasihan, Ratusan Rumah Warga Inhil Terancam Hanyut Akibat Abrasi
PEKANBARU,Riauin.com - Abrasi parah ancam keselamatan ratusan rumah warga di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kini air Sungai Perigi Kuala Enok yang mengering di desa itu membuat tanah pinggirannya bergerak (abrasi) serta diperkirakan menyeret rumah di sekitarnya.
Menyusutnya air sungai ini membuat Polda Riau‎ mengimbau warga sekitar lokasi agar waspada. Masyarakat diminta mengevakuasi barang dan mengungsi ke tempat lebih aman agar tidak menjadi korban longsor atau tanah ambles.
Imbauan ini beralasan. Sebab pada Minggu pagi lalu, terdapat tiga rumah rusak parah karena ambles terseret tanah bergerak. Kejadian ini diprediksi bisa berimbas pada rumah lainnya karena abrasi di pinggiran sungai terus terjadi.
"Beruntung pada kejadian Minggu pagi itu tidak ada korban jiwa, meski tiga rumah rusak parah akibat longsor," ucap Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Minggu (28/5/17).
Dia menjelaskan, tiga warga yang rumahnya rusak parah adalah Husen, Tahang, dan Acok. Hanya beberapa barang berharga yang bisa diselamatkan mereka. Tiga warga itu pun mengalami kerugian Rp 100 juta.
"Saat ini, tiga warga itu bersama belasan anggota keluarganya mengungsi ke rumah kerabat masing-masing," kata mantan Kapolres Pelalawan ini.
Guntur menyebutkan, kejadian longsor ini sudah dirasakan warga bernama Sarkawi. Kala itu dia dikejutkan dengan bunyi retakan papan dari dinding ketika duduk di depan rumahnya. Dia langsung meminta keluarganya keluar dari rumah dan menyelamatkan barangnya.
Hanya saja kejadian pada Sabtu, 27 Mei 2017, tak membuat pria 52 tahun‎ itu mengungsi. Selanjutnya pada Minggu pagi tadi, Sarkawi yang kembali duduk di depan rumahnya melihat tiga rumah warga lain perlahan-lahan bergerak ke sungai akibat longsor.
"Dia pun berteriak kepada warga lain supaya meninggalkan rumah. Hanya saja tidak ada barang berharga yang diselamatkan karena kejadiannya berlangsung cepat," kata Guntur.(src)
Kini air Sungai Perigi Kuala Enok yang mengering di desa itu membuat tanah pinggirannya bergerak (abrasi) serta diperkirakan menyeret rumah di sekitarnya.
Menyusutnya air sungai ini membuat Polda Riau‎ mengimbau warga sekitar lokasi agar waspada. Masyarakat diminta mengevakuasi barang dan mengungsi ke tempat lebih aman agar tidak menjadi korban longsor atau tanah ambles.
Imbauan ini beralasan. Sebab pada Minggu pagi lalu, terdapat tiga rumah rusak parah karena ambles terseret tanah bergerak. Kejadian ini diprediksi bisa berimbas pada rumah lainnya karena abrasi di pinggiran sungai terus terjadi.
"Beruntung pada kejadian Minggu pagi itu tidak ada korban jiwa, meski tiga rumah rusak parah akibat longsor," ucap Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Minggu (28/5/17).
Dia menjelaskan, tiga warga yang rumahnya rusak parah adalah Husen, Tahang, dan Acok. Hanya beberapa barang berharga yang bisa diselamatkan mereka. Tiga warga itu pun mengalami kerugian Rp 100 juta.
"Saat ini, tiga warga itu bersama belasan anggota keluarganya mengungsi ke rumah kerabat masing-masing," kata mantan Kapolres Pelalawan ini.
Guntur menyebutkan, kejadian longsor ini sudah dirasakan warga bernama Sarkawi. Kala itu dia dikejutkan dengan bunyi retakan papan dari dinding ketika duduk di depan rumahnya. Dia langsung meminta keluarganya keluar dari rumah dan menyelamatkan barangnya.
Hanya saja kejadian pada Sabtu, 27 Mei 2017, tak membuat pria 52 tahun‎ itu mengungsi. Selanjutnya pada Minggu pagi tadi, Sarkawi yang kembali duduk di depan rumahnya melihat tiga rumah warga lain perlahan-lahan bergerak ke sungai akibat longsor.
"Dia pun berteriak kepada warga lain supaya meninggalkan rumah. Hanya saja tidak ada barang berharga yang diselamatkan karena kejadiannya berlangsung cepat," kata Guntur.(src)
Berita Lainnya
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan