PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Penas KTNA Bentuk Karakter Petani Andal dan Mandiri
PEKANBARU, Riauin.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama sekitar 50 ribu petani yang berasal dari seluruh penjuru nusantara turut berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) tahun 2017.
Kegiatan yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini berlangsung dari tanggal 6-11 Mei 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Selama sepekan, setiap peserta menampilkan keunggulan produk dan program pertanian masing-masing.
Paviliun KLHK dalam gelaran ini diikuti oleh beberapa direktorat dan unit pelaksana teknis (UPT). Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Aceh sebagai tuan rumah juga turut mengajak mitra kerjanya. Diantaranya seperti Forum Konservasi Leuser (FKL), Hutan Alam dan Konservasi Aceh (Haka), Orangutan Information Center (OIC), Yayasan Ekosistem Lestari, Orangutan Coffee, Flora Fauna International (FFI), USAID Lestari, UNDP Tiger, dan Yayasan Satu Cita.
Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) juga berpartisipasi mengingat sebagian besar wilayah kawasannya berada di Provinsi Aceh. Kemudian Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Sumatera hadir menampilkan souvenir dari bahan kayu cendana, pinus, koka, gaharu serta kerajinan tas, virgin coconut oil (VCO), dan beragam jenis minyak.
Produk-produk ini adalah hasil karya masyarakat binaan BPSKL di provinsi Aceh dan Lampung. Propolis yang menjadi produk masyarakat Pakpak Barat juga dipamerkan sebagai hasil binaan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli Sumatera Utara.
Disamping itu, Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan memberikan pelatihan mengolah limbah pertanian menjadi kerajinan. Pengunjung antusias mencoba sendiri membuat kerajinan bunga-bungaan dari kelobot.
Sejumlah kegiatan yang digelar pada Penas KTNA tahun ini antara lain pameran pembangunan pertanian, Expo Aquaculture, Expo Agroforestry, Expo Peternakan, temu teknologi, temu agribisnis, dan temu wicara dengan tokoh nasional pembangunan pertanian.
Penas KTNA merupakan perhelatan besar petani dan nelayan yang dilaksanakan secara periodik sejak tahun 1971, bergiliran di 34 provinsi. Forum ini digelar guna membangkitkan semangat dan motivasi para petani-nelayan dan petani hutan. Mereka merupakan pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.
Para peserta berasal dari unsur petani kebun, petani hutan, peternak, dan petani nelayan. Mereka tergabung dalam kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan organisasi penyuluh. Selain itu, melibatkan unsur pemerintah, baik pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
Pertemuan tahunan ini diharapkan dapat menjadi media pertukaran informasi, transfer pengalaman, dan pengembangan jejaring usaha. Disamping itu dapat meningkatkan kerjasama antar peserta Penas serta membangkitkan semangat, tanggung jawab dan kemandirian usaha tani. (mcr)
Kegiatan yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini berlangsung dari tanggal 6-11 Mei 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Selama sepekan, setiap peserta menampilkan keunggulan produk dan program pertanian masing-masing.
Paviliun KLHK dalam gelaran ini diikuti oleh beberapa direktorat dan unit pelaksana teknis (UPT). Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Aceh sebagai tuan rumah juga turut mengajak mitra kerjanya. Diantaranya seperti Forum Konservasi Leuser (FKL), Hutan Alam dan Konservasi Aceh (Haka), Orangutan Information Center (OIC), Yayasan Ekosistem Lestari, Orangutan Coffee, Flora Fauna International (FFI), USAID Lestari, UNDP Tiger, dan Yayasan Satu Cita.
Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) juga berpartisipasi mengingat sebagian besar wilayah kawasannya berada di Provinsi Aceh. Kemudian Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Sumatera hadir menampilkan souvenir dari bahan kayu cendana, pinus, koka, gaharu serta kerajinan tas, virgin coconut oil (VCO), dan beragam jenis minyak.
Produk-produk ini adalah hasil karya masyarakat binaan BPSKL di provinsi Aceh dan Lampung. Propolis yang menjadi produk masyarakat Pakpak Barat juga dipamerkan sebagai hasil binaan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli Sumatera Utara.
Disamping itu, Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan memberikan pelatihan mengolah limbah pertanian menjadi kerajinan. Pengunjung antusias mencoba sendiri membuat kerajinan bunga-bungaan dari kelobot.
Sejumlah kegiatan yang digelar pada Penas KTNA tahun ini antara lain pameran pembangunan pertanian, Expo Aquaculture, Expo Agroforestry, Expo Peternakan, temu teknologi, temu agribisnis, dan temu wicara dengan tokoh nasional pembangunan pertanian.
Penas KTNA merupakan perhelatan besar petani dan nelayan yang dilaksanakan secara periodik sejak tahun 1971, bergiliran di 34 provinsi. Forum ini digelar guna membangkitkan semangat dan motivasi para petani-nelayan dan petani hutan. Mereka merupakan pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.
Para peserta berasal dari unsur petani kebun, petani hutan, peternak, dan petani nelayan. Mereka tergabung dalam kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan organisasi penyuluh. Selain itu, melibatkan unsur pemerintah, baik pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
Pertemuan tahunan ini diharapkan dapat menjadi media pertukaran informasi, transfer pengalaman, dan pengembangan jejaring usaha. Disamping itu dapat meningkatkan kerjasama antar peserta Penas serta membangkitkan semangat, tanggung jawab dan kemandirian usaha tani. (mcr)
Berita Lainnya
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak
Pemko Pekanbaru Ambil Alih Aset STC, Pedagang Diminta Stop Bayar Sewa ke Pihak Swasta
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak
Pemko Pekanbaru Ambil Alih Aset STC, Pedagang Diminta Stop Bayar Sewa ke Pihak Swasta