Permintaan dari India dan China Meningkat, Harga Kelapa Sawit Naik di Riau
RIAUIN.COM - Harga kelapa sawit penetapan ke-30 bulan Juli 2020 (periode 29 Juli – 4 Agustus) di tahun 2020 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 183,68/Kg atau mencapai 10,95 dari harga minggu lalu.
Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikan harga kelapa sawit ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, disebabkan terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.
"Tercatat rata-rata kenaikan harga jual CPO mencapai Rp 695,05/Kg dan rata-rata kenaikan harga jual kernel mencapai Rp 271,41/Kg. Untuk harga jual CPO, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp 851,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 434,45/Kg, dan Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 799,69/Kg dari harga minggu lalu," katanya, Selasa (38/7/2020).
Sedangkan untuk harga jual kernel, Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 306,82/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 236,00/Kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, kenaikan harga TBS periode ini dipicu oleh penurunan produksi akibat fenomena alam.
"Selain itu, penguatan harga CPO juga ditopang permintaan yang mulai membaik setelah relaksasi lockdown di India dan China yang merupakan pengimpor minyak nabati terbesar di dunia. Suplai yang menurun atau berkurang diikuti dengan permintaan yang melonjak tentunya membuat harga minyak kelapa sawit ikut naik," jelasnya.--mcr/nal.
Berita Lainnya
BPBD Riau Buka Suara Soal Titik Api Karhutla Inhil yang Menyala Lagi
Riau Usul Tambahan 199 Ribu KL Bio Solar dan Pertalite ke BPH Migas
BMKG Deteksi 4.229 Titik Panas di Sumatera, Riau Sumbang 346 Hotspot
Sekdaprov Minta ASN Pemprov Riau Terapkan Nilai Budaya Melayu dalam Pelayanan Publik
Ancam Kehilangan Bantuan Pusat, DPRD Riau Desak RSUD Arifin Achmad Bangun Gedung Kedokteran Nuklir
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru
BPBD Riau Buka Suara Soal Titik Api Karhutla Inhil yang Menyala Lagi
Riau Usul Tambahan 199 Ribu KL Bio Solar dan Pertalite ke BPH Migas
BMKG Deteksi 4.229 Titik Panas di Sumatera, Riau Sumbang 346 Hotspot
Sekdaprov Minta ASN Pemprov Riau Terapkan Nilai Budaya Melayu dalam Pelayanan Publik
Ancam Kehilangan Bantuan Pusat, DPRD Riau Desak RSUD Arifin Achmad Bangun Gedung Kedokteran Nuklir
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru