PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Anies-Sandi Menang Hitung Cepat, HNW Ingatkan KPUD Profesional
BEKASI, Riauin.com -- Berdasarkan penghitungan cepat sejumlah lembaga survei, Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil unggul telak dalam Pilkada DKI putaran kedua. Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI tetap profesional dalam penghitungan hasil akhirnya nanti.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS tersebut mengatakan dirinya tidak ingin mendahului keputusan KPUD. Namun, ia hanya ingin agar KPUD tetap profesional dan tidak ikut campur dalam permainan politik.
"Saya mengingatkan agar KPUD betul berlaku yang profesional. Jangan dibawa kepada internvensi politik atau kepentingan politik," ujar Hidayat usai berceramah dalam acara Milad Yayasan Teratai Putih Global di Masjid Al-Muhajirin Teratai Putih Global, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (20/4).
Menurut dia, seluruh rakyat Jakarta sudah mengetahui banyak lembaga survei yang menyatakan Anies-Sandi unggul jauh dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Karena itu, kata dia, akan sedikit ruang bagi KPUD untuk membuat keputusan yang berbeda.
Sepanjang sejarah, lanjut dia, hasil penghitungan cepat tersebut biasanya tidak akan jauh berbeda dengan keputusan akhir KPUD. "Hampir tidak ada ruang untuk kemudian KPUD akan membuat penetapan yang berbeda dari yang dilakukan oleh seluruh lembaga survei," ucapnya.
Apalagi, tambah dia, satu-satunya lembaga survei yang memenangkan Ahok-Djarot sebelum hari pencoblosan, yaitu Charta Politika juga ikut memenangkan Anies-Sandi dalam penghitungan penghitungan cepat dengan persentasi sekitar 57 persen.
"Semuanya sama dalam quick count, ada yang 57-42, 58- 41 59-40 persen, sekitar itu. Jadi sekali lagi tantangan besar buat KPUD untuk yang profesional," katanya.(rol)
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS tersebut mengatakan dirinya tidak ingin mendahului keputusan KPUD. Namun, ia hanya ingin agar KPUD tetap profesional dan tidak ikut campur dalam permainan politik.
"Saya mengingatkan agar KPUD betul berlaku yang profesional. Jangan dibawa kepada internvensi politik atau kepentingan politik," ujar Hidayat usai berceramah dalam acara Milad Yayasan Teratai Putih Global di Masjid Al-Muhajirin Teratai Putih Global, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (20/4).
Menurut dia, seluruh rakyat Jakarta sudah mengetahui banyak lembaga survei yang menyatakan Anies-Sandi unggul jauh dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Karena itu, kata dia, akan sedikit ruang bagi KPUD untuk membuat keputusan yang berbeda.
Sepanjang sejarah, lanjut dia, hasil penghitungan cepat tersebut biasanya tidak akan jauh berbeda dengan keputusan akhir KPUD. "Hampir tidak ada ruang untuk kemudian KPUD akan membuat penetapan yang berbeda dari yang dilakukan oleh seluruh lembaga survei," ucapnya.
Apalagi, tambah dia, satu-satunya lembaga survei yang memenangkan Ahok-Djarot sebelum hari pencoblosan, yaitu Charta Politika juga ikut memenangkan Anies-Sandi dalam penghitungan penghitungan cepat dengan persentasi sekitar 57 persen.
"Semuanya sama dalam quick count, ada yang 57-42, 58- 41 59-40 persen, sekitar itu. Jadi sekali lagi tantangan besar buat KPUD untuk yang profesional," katanya.(rol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing