PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
4 Korban Alami Gangguan Pendengaran
Polisi Selidiki Penyebab Meledaknya Pabrik Pelebur Baja di Kampar
Pabrik pelebur baja yang meledak di Jalan Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau. /istimewa
PEKANBARU, RiauIN.com - Pabrik pelebur besi dan baja yang berada di Jalan Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Riau, pada Minggu malam (7/6/2020) meledak. Ada 4 orang pekerja dilaporkan mengalami luka-luka, terutama gangguan pada pendengaran.
Polres Kampar kini menyelidiki ledakan pabrik pelebur baja di perbatasan Kampar dengan Kota Pekanbaru itu.
"Kejadian itu masih dalam proses penyelidikan, anggota kita sudah turun ke lokasi," ujar Kapolres Kampar AKBP Muhammad Kholid di Pekanbaru, Rabu (10/6/2020).
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Kampar Iptu Denny Yusra mengatakan pabrik yang mengalami ledakan itu adalah PT Riau Perkasa Steel. Pabrik itu berada di Jalan Pasir Putih, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar atau berbatasan dengan Kota Pekanbaru.
"Ledakan terjadi pada bagian tungku peleburan baja nomor IV," kata Denny.
Sejauh ini, empat korban yang mengalami luka-luka cukup serius masih harus dirawat inap di rumah sakit setempat. Korban pertama teridentifikasi bernama Saroh (22) yang mengalami luka bagian telinga dalam akibat kerasnya ledakan.
Selanjutnya Destor Gulo (29) dan Li Mao Xian (47) yang juga mengalami luka bagian telinga. Keduanya juga dirawat inap di rumah setempat serta terakhir Destiamani (36) yang telah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.
Menanggapi peristiwa tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Riau langsung turun ke lokasi ledakan, Selasa (9/6/2020).
Kepala Disnakertrans Riau Jonli yang memimpin kedatangan itu. Dia didampingi Kabid Pengawasan Tenaga Kerja Imron R, dan Pengawas K3 Rival guna melihat keselamatan tenaga kerja PT RPS.
"Tadi kami turun full ke PT RPS setelah mendapat laporan ada kejadian ledakan di perusahaaan RPS. Alhamdulillah setelah kami lihat peristiwa itu tidak ada korban jiwa, hanya ada 4 karyawan yang luka-luka ringan," kata Jonli, Selasa (9/6/2020).
Jonli menyebutkan, saat kejadian empat karyawan yang luka dilarikan ke Rumah Sakit Mesra di Jalan Pasie Putih, Siak Hulu. Namun dari empat korban itu, dua diantaranya sudah pulang dari rumah sakit.
"Kemudian dua pekerjaan hari ini sudah boleh pulang setelah konsultasi dokter. Artinya dari segi perlindungan pekerja, perusahaan sudah pro aktif. Bahkan perusahaan sudah ada kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan," terangnya.
Namun karena tungku peleburan besi perusahaan meledak, sebut Jonli, tentu masyarakat sekitar perusahaan terkejut. Dan kasus ini sudah ditangani oleh pihak Kepolisian, baik dari Polres Kampar dan Inavis Polda Riau.
"Artinya kita berbagi tugas dengan pihak Kepolisian. Tugas kami dari segi pengawasan ketenagakerjaan, dan keselamatan tenaga kerja. Setelah kami cek perusahaan sudah menerapakan unsur-unsur keselamatan tenaga kerja.
Misalnya pekerja di sana telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu dan lainnya. Termasuk hak pekerja juga sudah terpenuhi setelah kami tanyakan langsung kepada pekerja," tutupnya.(vie/mcr).
Berita Lainnya
Puluhan Calon Anggota KPID Riau Bersiap Hadapi Ujian CAT Pekan Depan
Halaman Kantor Gubernur Riau Jadi Pusat Hiburan dan UMKM Akhir Pekan Ini
Tim SAR Gabungan Evakuasi Mahasiswa Unri yang Hilang di Waduk Kampus
Sumatera Membara, 24 Titik Panas Terdeteksi Kepung Riau
Sekwan DPRD Riau Evaluasi Pejabat Baru, Penempatan Jabatan Belum Permanen
Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Terkendala Aturan, Biaya Pascatambang Jadi Sorotan Ketua DPRD Riau
Puluhan Calon Anggota KPID Riau Bersiap Hadapi Ujian CAT Pekan Depan
Halaman Kantor Gubernur Riau Jadi Pusat Hiburan dan UMKM Akhir Pekan Ini
Tim SAR Gabungan Evakuasi Mahasiswa Unri yang Hilang di Waduk Kampus
Sumatera Membara, 24 Titik Panas Terdeteksi Kepung Riau
Sekwan DPRD Riau Evaluasi Pejabat Baru, Penempatan Jabatan Belum Permanen
Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Terkendala Aturan, Biaya Pascatambang Jadi Sorotan Ketua DPRD Riau