PILIHAN
Semakin Banyak Warga Amerika Serikat Belajar Islam
Ilustrasi Alquran. /net
WASHINGTON, RiauIN.com - Sebuah studi dari Pusat Penelitian Pew mengungkapkan, Islam merupakan agama dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Tidak hanya di negara mayoritas Muslim, tetapi juga di benua Eropa bahkan di Amerika Serikat.
Dilansir dari laman VOA Indonesia pada Jumat (8/5/2020), berbagai kampus di Amerika Serikat, menawarkan kelas-kelas studi Islam. Semakin banyak mahasiswa yang berminat mengambilnya.
Salah satu universitas yang menerapkan studi islam adalah Northern Virginia Community College (NOVA), salah satu kampus di pinggiran Washington DC ini memasukkan studi Islami dalam setidaknya 3 mata kuliah tentang agama.
Penawaran kelas Islam di universitas tersebut sudah dilakukan sejak 2002. Tepatnya setelah peristiwa 11 September.
Dosen Studi Islam, NOVA Community College Daoud Nassimi mengatakan, saat mendengar tentang islam, warna non muslim, terutama yang terpengaruh media yang mengekspos islam dari sisi negatif, ada yang jadi penasaran dan ingin tahu lebih jauh tentang islam.
"Mengapa agama ini mengundang reaksi negatif, terkait dengan begitu banyak perang, terorisme dan kekerasan? Rasa ingin tahu itu yang membuat mereka mengambil kelas," ujar Nassimi.
Ia juga mengakui adanya peningkatan jumlah mahasiswa non muslim di kelas ini. Inilah alasan mahasiswa mengambil kelas studi Islam.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti kelas islam Hae Rin Kim beralasan, ia ingin mengetahui lebih dalam tentang Islam. Bahwa islam tidak seperti apa yang disiarkan oleh kebanyakan media.
"Agar saya lebih tahu tentang Islam, tidak hanya yang disiarkan media, terutama yang cenderung menyudutkan Islam. Saya juga jadi punya teman-teman baru Muslim, yang membantu saya memahami konsep dan tradisinya dengan lebih baik," ungkap Hae Rin.
Sementara mahasiswa lainnya, Liam Bellucci mengaku telah memiliki banyak teman Muslim sejak SMA. Ia juga mempunyai tujuan yang sama, yakni ingin menggali lebih lanjut pemahamannya tentang islam.
"Sebelum SMA, saya sama sekali tidak tahu tentang Islam. Tapi di SMA saya mulai punya banyak teman Muslim. Saya ingin menggali lebih lanjut pemahaman saya," beber Liam, dilansir dari Okezone.
Sebagai bagian silabus, mahasiswa berkunjung ke masjid setempat untuk melihat bagaimana Muslim melaksanakan ibadah. Sebelum memimpin sholat, imam Naim Baiq menekankan pentingnya belajar tentang agama lain.
"Pesan yang harus sampai ke semua orang adalah masjid ini untuk semua. Orang dari agama lain juga akan kami terima," ujar Naim.
Seperti mayoritas kampus di seluruh Amerika Serikat, NOVA juga menutup pintu selama pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.(gha)
Berita Lainnya
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD