PILIHAN
Dampak Pandemi Covid-19
Puluhan Warga Riau di Makkah Menunggu Kepastian Haji, Ini Kata Seorang Mukimin
Haji Asra (kiri) bersama seorang rekannya, petugas kebersihan di kota Makkah asal Bangladesh. /ist
MAKKAH, RiauIN - Pemerintah Arab Saudi belum memastikan pelaksanaan haji tahun ini. Namun puluhan warga Riau yang bermukim di Makkah tetap bersiap diri, mana tahu pelaksanaan haji global tahun ini tetap dilaksanakan.
Hal tersebut diungkapkan Haji Asra (52) seorang mukimin Makkah asal Riau dari Kota Makkah kepada RiauIN, Jumat (24/4/2020).
"Belum tahu pasti lagi. Kami disini masih menunggu keputusan dari Kerajaan Arab Saudi. Mudah-mudahan tetap dilaksanakan untuk seluruh umat muslim," jelas Haji Asra.
Namun, lanjutnya, kalaupun pelaksanaan ibadah haji global ditiadakan karena pandemi global Covid-19, namun haji tetap dilaksanakan khusus untuk warga Makkah saja.
"Atau warga Arab Saudi lain yang sesuai dengan ketentuan pemerintah Arab Saudi. Begitu informasi yang kami terima," katanya.
Haji Asra termasuk mukimin senior asal Indonesia yang berada di Kota Makkah. Dirinya sudah tinggal di Kota Suci tersebut sejak tahun 1979, atau 40 tahun lebih. Dia berasal dari Indragiri Hilir.
Setiap kali musim haji tiba, Haji Asra dan para mukimin asal Indonesia lainnya sibuk menjadi tenaga kerja informal. Mereka melayani jamaah haji Indonesia sesuai dengan bidang kerja masing-masing.
Di Riau, nama Haji Asra cukup populer di Riau, khususnya bagi pihak penyelenggara haji dan umrah. Sebab dirinya termasuk yang sering digunakan jasanya untuk sejumlah kegiatan pendukung ibadah haji dan umrah, termasuk badal haji.
Badal haji adalah menggantikan pelaksanaan haji orang yang sudah meninggal, atau orang sakit dengan ketentuan khusus.
Diceritakan Haji Asra, selama penerapan lockdown di Kota Makkah dirinya tidak punya kegiatan apa-apa lagi. Kalaupun keluar rumah itu hanya berbelanja bahan rumah tangga ke toko atau pusat perbelanjaan terdekat.
Sesuai aturan lockdown, di Makkah tidak adalah arus masuk dan keluar dari Makkah, kecuali petugas. Tidak ada aktivitas keramaian apapun. Warga boleh keluar rumah namun dibatasi geraknya. Hanya bisa belanja, berobat, atau kegiatan yang sangat penting. Jam keluar dibatasi dari pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat.
Ketika ditanyakan aktivitas Ramadhan, khususnya di Masjidil Haram, Haji Asra mengatakan Masjidil Haram masih ditutup.
"Hanya orang pengurus dan petugas Masjidil Haram saja yang boleh masuk. Informasi yang kami dapatkan, masjid tetap ditutup termasuk selama bulan Ramadhan ini," kata Haji Asra.(fbh)
Berita Lainnya
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD