PILIHAN
Membaca Alquran untuk Terapi Covid-19, Begini Tata Caranya
Membaca Alquran. /net
JAKARTA, RiauIN - Sudah bukan rahasia lagi jika membaca Alquran bisa menjadi obat dari segala penyakit, termasuk Covid-19. Di tengah pandemi Corona ini pun membaca Alquran bahkan dapat dijadikan sebagai terapi kesehatan.
"Khusus untuk dokter, perawat dan tim medis yang beragama muslim, semua ruang perawatan baiknya diaktifkan murratal Alquran sebagai terapi sima'i selama 24 jam," kata Pimpinan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Integritas Quran (PPIQ) 362 Bandung, KH Iskandar Mirza, seperti dikutip Ayobandung.com, Selasa (21/4/2020).
Menurut Iskandar, terapi sima'i atau terapi dengan cara mendengarkan lantunan Alquran itu akan sangat efektif untuk membantu proses penyembuhan pasien penderita Covid-19. Tidak hanya untuk pasien dan tim medis muslim saja, mereka yang non-muslim juga bisa menerapkan terapi ini.
"Sebenarnya non-muslim juga boleh untuk terapi mendengar, karean Alquran sebagai petunjuk untuk manusia bukan hanya orang Islam saja," jelas pengarang buku Sehat dengan Alquran Terapi dan Stimulasi Alquran itu.
Ia menjelaskan bahwa dalam Alquran telah dijelaskan bahwa siapapun yang menolong agama Islam niscaya dia akan dijaga oleh Allah. Baginya, hal itu sudah bisa menjadi dasar bahwa Alquran bisa menjadi obat penyembuh penyakit apapun.
"Coba perhatikan ayat-ayat Allah, jika engkau menolong agama Allah (Islam) maka Allah akan menolongmu. Jika engkau menjaga ayat-ayat Allah maka Allah akan menjagamu. Bukankah Allah mengatakan bahwa sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Alquran dan kami pula yang menjaganya," ucap Iskandar mengutip surat Al-Hijr ayat 9.
Iskandar menjelaskan terapi Alquran dapat dimulai dengan cara mendengarkan lantunan wahyu Allah itu dari berbagai aplikasi penyedia murratal Alquran. Setelah itu mulailah membaca Alquran paling tidak satu juz dalam sehari.
"Siapa saja yang memiliki keluarga yang terpapar corona, pastikan lakukan terapi khatam quran mulai dari satu bulan satu kali artinya satu hari baca satu juz," katanya.
Jika itu telah dilakukan, langkah selanjutnya tidak jauh beda dengan langkah pertama. Hanya saja kali ini intensitas membaca Alquran-nya ditambah menjadi dua juz dalam sehari, sehingga dalam waktu satu bulan bisa khatam dua kali Alquran.
"Lakukan hal ini sampai mampu membaca satu bulan tiga kali khatam yang artinya satu hari membaca Alquran sampai tiga juz," imbuhnya.
Iskandar mengungkapkan, jika cara itu telah dilakukan maka niscaya dengan seizin Allah, penderita Corona Covid-19 pun perlahan akan sembuh dari sakitnya.
"Rasakan efek terapi dan sensasinya. Anda akan mendapatkan kebugaran dan kekuatan imunitas yang fantastis," ucapnya.
Khusus untuk pasien yang sudah dinyatakan positif terjangkit virus corona Covid-19, maka dapat menambahkan bacaan berupa Juz ke-5 Alquran yaitu surah An Nisaa ayat 24-147 dan juz ke-7 surat Al Maidah ayat 83 sampai surat Al An'am ayat 110 sebelum menghatamkan Alquran.
“Jika membaca Alquran dilakukan dengan ikhlas dengan izin Allah maka pasien positif corona dapat sembuh dari virus yang mematikan itu,†tutupnya.(gha)
Berita Lainnya
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Paket Pascabayar dengan Kuota hingga 300 GB dan Hiburan Premium
Euforia Nobar Piala Dunia 2026 Memuncak, Capella Honda Ingatkan Pengendara Tetap #Cari_Aman
DPD KSPSI Riau Tegaskan Muscab FSP NIBA Pembaruan Sah, Tengku Darwin Resmi Nahkodai PC Pekanbaru
IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
Jadi Komisaris BUMD Riau di Usia 22 Tahun, Sambu Jawab Kritik dengan Kinerja
Merajut Kembali Mimpi yang Hanyut: Kisah Pengrajin Tenun Srikandi Serumpun Bangkit Bersama PHR
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Paket Pascabayar dengan Kuota hingga 300 GB dan Hiburan Premium
Euforia Nobar Piala Dunia 2026 Memuncak, Capella Honda Ingatkan Pengendara Tetap #Cari_Aman
DPD KSPSI Riau Tegaskan Muscab FSP NIBA Pembaruan Sah, Tengku Darwin Resmi Nahkodai PC Pekanbaru
IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
Jadi Komisaris BUMD Riau di Usia 22 Tahun, Sambu Jawab Kritik dengan Kinerja
Merajut Kembali Mimpi yang Hanyut: Kisah Pengrajin Tenun Srikandi Serumpun Bangkit Bersama PHR