PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Covid-19
Wako Firdaus Minta Warga Taati Aturan Saat PSBB Diberlakukan
Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus MT.(F: ist)
PEKANBARU, Riauin.com - Walikota Pekanbaru DR H Firdau MT minta agar warga dapat mentaati aturan yang berlaku ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan dalam waktu dekat ini. Hal itu dikatakan Walikota kepada media didampinggi Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya dan Dandim 03/01 Letkol Inf Edi Budiman, Selasa (14/04/2020).
Pada kesempatan itu Wako Firdaus juga menyampaikan sejumlah penjelasan tentang rencana Pemerintah Kota segera memberlakukan PSBB yang telah mendapat izin dari Pemerintah Pusat.
Pertama, Walikota ingin berupaya lebih awal untuk mengantisipasi agar wabah Corona virus Disease 2019 atau Covid-19 tidak semakin meluas melanda warga di Kota Bertuah ini.
"Karena pencegahan lebih awal akan lebih dapat meminimalisir penyebaran dan korban," ucapnya.
Pertama, Walikota ingin berupaya lebih awal untuk mengantisipasi agar wabah Corona virus Disease 2019 atau Covid-19 tidak semakin meluas melanda warga di Kota Bertuah ini.
"Karena pencegahan lebih awal akan lebih dapat meminimalisir penyebaran dan korban," ucapnya.
Kedua, Walikota ingin ada pembatasan aktivitas warga dari luar daerah yang keluar masuk ke Kota Pekanbaru. Ini mengingat Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau selain berperan sebagai pusat perekonomian, tapi juga menjadi pintu keluar masuk 12 kabupaten/kota se-Riau dan sejumlah provinsi hingga negara tetangga.
Seperti pintu masuk menuju ke Provinsi Sumatera Barat, nanti dari Pekanbaru akan melintasi wilayah Kabupaten Kampar atau melalui Kuantan Singingi. Kemudian menuju Sumatera Utara melewati Rokan Hulu dan Rokan Hilir, ke Jambi melalui Indragiri Hilir, dan ke negara tetangga Malaysia melalui pelabuhan dan penerbangan langsung di Bandara SKK II.
"Dengan kondisi geografis seperti itu dan data baik pasien positif, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan), mereka umumnya warga kita dari perjalanan dari Malaysia, India, Jakarta dan daerah lain di Pulau Jawa, dari Sumut dan Sumbar. Untuk itu perlu dibatasi agar wabah tidak semakin meluas," ujarnya.
"Jadi untuk transportasi darat, laut, dan udara, nanti pengaturannya lebih diperketat," ulas walikota.
Alasan selanjutnya, terang Walikota untuk meningkatkan kepedulian warga. Dari angka kasus Covid-19.
"Dengan kondisi geografis seperti itu dan data baik pasien positif, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan), mereka umumnya warga kita dari perjalanan dari Malaysia, India, Jakarta dan daerah lain di Pulau Jawa, dari Sumut dan Sumbar. Untuk itu perlu dibatasi agar wabah tidak semakin meluas," ujarnya.
"Jadi untuk transportasi darat, laut, dan udara, nanti pengaturannya lebih diperketat," ulas walikota.
Alasan selanjutnya, terang Walikota untuk meningkatkan kepedulian warga. Dari angka kasus Covid-19.
Saat ini kasus PDP di Kota Pekanbaru memang masih kecil dibandingkan daerah lain di tanah air. Akan tetapi, Pekanbaru memiliki potensi besar penyebaran wabah Covid-19 dan korban akan semakin bertambah jika warga tetap tidak peduli dengan kondisi yang terjadi.
"Maka kita ambil kebijakan untuk mengajukan PSBB lebih cepat. Sehingga kita dapat mengajak masyarakat sama-sama memerangi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini. Kita tidak ingin masyarakat kita menjadi korban sia-sia. Maka mencegah lebih awal lebih baik sebelum wabah semakin meluas," Ucap Walikota.
PSBB yang segera diberlakukan juga sebagai legalitas dari aksi pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah dilakukan pemerintah sejak virus yang berawal dari Wuhan, China itu mulai mewabah di Kota Pekanbaru.
"Contohnya seperti belajar di rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Ini kan sudah bagian dari rencana aksi PSBB. Kita sudah lakukan sebelum mendapat izin, tapi masih banyak masyarakat kita yang tidak peduli," ujar Walikota menyesalkan. (adv/vie)
"Maka kita ambil kebijakan untuk mengajukan PSBB lebih cepat. Sehingga kita dapat mengajak masyarakat sama-sama memerangi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini. Kita tidak ingin masyarakat kita menjadi korban sia-sia. Maka mencegah lebih awal lebih baik sebelum wabah semakin meluas," Ucap Walikota.
PSBB yang segera diberlakukan juga sebagai legalitas dari aksi pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah dilakukan pemerintah sejak virus yang berawal dari Wuhan, China itu mulai mewabah di Kota Pekanbaru.
"Contohnya seperti belajar di rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Ini kan sudah bagian dari rencana aksi PSBB. Kita sudah lakukan sebelum mendapat izin, tapi masih banyak masyarakat kita yang tidak peduli," ujar Walikota menyesalkan. (adv/vie)
Berita Lainnya
Wakil Walikota Pekanbaru Harapkan Pembentukan Karakter Anak Lewat Gelar Budaya Melayu Islam
Dinas Kesehatan Pekanbaru Distribusikan 11 Ribu Masker Guna Tekan Lonjakan 3.028 Kasus ISPA
Pasien Akibat Kabut Asap di Pekanbaru Melonjak hingga 300 Orang Tiap Hari
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
Wakil Walikota Pekanbaru Harapkan Pembentukan Karakter Anak Lewat Gelar Budaya Melayu Islam
Dinas Kesehatan Pekanbaru Distribusikan 11 Ribu Masker Guna Tekan Lonjakan 3.028 Kasus ISPA
Pasien Akibat Kabut Asap di Pekanbaru Melonjak hingga 300 Orang Tiap Hari
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru