PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Wali Kota Pekanbaru Belum Terapkan PSBB
PEKANBARU, Riauin.com -- Wali Kota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, ST, MT belum berencana menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia memberlakukannya saat eskalasi penyebaran virus corona (Covid-19) meningkat drastis.
"Nanti kita berlalukan saat ada penyebarannya meningkat drastis," paparnya, Rabu (1/4/2020).
Saat penerapan PSBB masyarakat nantinya hanya berada di rumah. Akses masuk ke Kota Pekanbaru pun dibatasi.
Masyarakat tidak bisa datang dan meninggalkan Kota Pekanbaru. Namun pasokan pangan dan logistik tetap diperbolehkan masuk.
Mereka yang keluar pada masa PSBB harus mendapat izin dari aparat keamanan yang berjaga dari TNI dan Polri. Masyarakat hanya mendapat izin untuk keluar membeli makanan dan obat-obatan.
Firdaus menyebut, sudah melakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara bertahap. Saat ini sejumlah pekerja menerapkan work from home.
Peserta didik dan guru melakukan aktivitas belajar mengajar di rumah. Aktivitas yang mengumpulkan banyak orang ditiadakan.
Firdaus menyatakan, Pekanbaru siap memberlakukan PSBB bila eskalasi kasus Covid-19 tinggi. Ia mengimbau masyarakat agar melakukan banyak beraktivitas di rumah.
Saat ini di sejumlah kecamatan masih terlihat masyarakat yang beraktivitas di luar rumah hingga tengah malam. Firdaus menyayangkan masih adanya masyarakat yang menganggap remeh Covid-19.
"Kami terus melakukan sosialisasi, agar melakukan karantina mandiri di rumah," paparnya. (*)
"Nanti kita berlalukan saat ada penyebarannya meningkat drastis," paparnya, Rabu (1/4/2020).
Saat penerapan PSBB masyarakat nantinya hanya berada di rumah. Akses masuk ke Kota Pekanbaru pun dibatasi.
Masyarakat tidak bisa datang dan meninggalkan Kota Pekanbaru. Namun pasokan pangan dan logistik tetap diperbolehkan masuk.
Mereka yang keluar pada masa PSBB harus mendapat izin dari aparat keamanan yang berjaga dari TNI dan Polri. Masyarakat hanya mendapat izin untuk keluar membeli makanan dan obat-obatan.
Firdaus menyebut, sudah melakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara bertahap. Saat ini sejumlah pekerja menerapkan work from home.
Peserta didik dan guru melakukan aktivitas belajar mengajar di rumah. Aktivitas yang mengumpulkan banyak orang ditiadakan.
Firdaus menyatakan, Pekanbaru siap memberlakukan PSBB bila eskalasi kasus Covid-19 tinggi. Ia mengimbau masyarakat agar melakukan banyak beraktivitas di rumah.
Saat ini di sejumlah kecamatan masih terlihat masyarakat yang beraktivitas di luar rumah hingga tengah malam. Firdaus menyayangkan masih adanya masyarakat yang menganggap remeh Covid-19.
"Kami terus melakukan sosialisasi, agar melakukan karantina mandiri di rumah," paparnya. (*)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Libatkan Baznas untuk Bantuan Produktif demi Pangkas Kemiskinan
Wakil Walikota Pekanbaru Harapkan Pembentukan Karakter Anak Lewat Gelar Budaya Melayu Islam
Dinas Kesehatan Pekanbaru Distribusikan 11 Ribu Masker Guna Tekan Lonjakan 3.028 Kasus ISPA
Pasien Akibat Kabut Asap di Pekanbaru Melonjak hingga 300 Orang Tiap Hari
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
Pemko Pekanbaru Libatkan Baznas untuk Bantuan Produktif demi Pangkas Kemiskinan
Wakil Walikota Pekanbaru Harapkan Pembentukan Karakter Anak Lewat Gelar Budaya Melayu Islam
Dinas Kesehatan Pekanbaru Distribusikan 11 Ribu Masker Guna Tekan Lonjakan 3.028 Kasus ISPA
Pasien Akibat Kabut Asap di Pekanbaru Melonjak hingga 300 Orang Tiap Hari
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat