PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Akibat Karhutla, Pekanbaru dan Pelalawan Masih Berasap
PEKANBARU, Riauin.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tak kunjung hilang. Jumat (23/8/2019) pagi asap di Kota Pekanbaru terasa sangat pekat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat hari ini memang ada 2 wilayah yang diselimuti asap yakni Pekanbaru dan Pelalawan.
"Hari ini Pekanbaru dan Pelalawan memang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Marzuki, Jumat (23/8/2019).
Ia mengatakan akibat kabut asap tersebut, jarak pandang juga menjadi sangat terbatas.
"Iya kabut asap membuat jarak pandang 2 wilayah yakni Pekanbaru dan Pelalawan terbatas. Pekanbaru jarak pandangnya 4 kilometer dan Pelalawan 2 Kikometer," jelasnya.
Sementara itu, untuk Dumai dan Inhu jarak pandangnya juga memang terbatas. Namun bukan disebabkan oleh asap, tapi karena udara kabur. "Untuk Inhu jarak pandangnya 4 kilometer dan Dumai 5 kilometer," cakapnya.
Dijelaskan Marzuki, udara kabur terjadi akibat adanya partikel-partikel yang menghalangi udara, sehingga terjadilah kabur.
"Kalau udara kabur ini memang hanya sebentar saja. Jika matahari tinggi udara pasti akan normal kembali. Namun kita akan terus lakukan pemantauan," katanya.(int/nol)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat hari ini memang ada 2 wilayah yang diselimuti asap yakni Pekanbaru dan Pelalawan.
"Hari ini Pekanbaru dan Pelalawan memang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Marzuki, Jumat (23/8/2019).
Ia mengatakan akibat kabut asap tersebut, jarak pandang juga menjadi sangat terbatas.
"Iya kabut asap membuat jarak pandang 2 wilayah yakni Pekanbaru dan Pelalawan terbatas. Pekanbaru jarak pandangnya 4 kilometer dan Pelalawan 2 Kikometer," jelasnya.
Sementara itu, untuk Dumai dan Inhu jarak pandangnya juga memang terbatas. Namun bukan disebabkan oleh asap, tapi karena udara kabur. "Untuk Inhu jarak pandangnya 4 kilometer dan Dumai 5 kilometer," cakapnya.
Dijelaskan Marzuki, udara kabur terjadi akibat adanya partikel-partikel yang menghalangi udara, sehingga terjadilah kabur.
"Kalau udara kabur ini memang hanya sebentar saja. Jika matahari tinggi udara pasti akan normal kembali. Namun kita akan terus lakukan pemantauan," katanya.(int/nol)
Berita Lainnya
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut