PILIHAN
Pasar Induk Pekanbaru Diharapkan Tuntas Sesuai Kontrak, Kalau Tidak Kontraktor Diminta "Angkat Kaki"
PEKANBARU, Riauin.com - Hingga saat ini progres pembangunan Pasar Induk Pekanbaru baru mencapai 45 persen. Padahal sesuai target kerja sama atau kontrak yang disepakati, Pasar Induk ini harus beroperasi tahun 2019 ini juga.
"Untuk penambahan waktu pengerjaan boleh. Karena jika tidak ditambah, kita yang rugi. Kontraktor juga rugi. Namun kan diberi waktu dengan catatan harus diselesaikan di tahun 2019. Kalau tidak selesai juga angkat kaki lah," tegas Nofrizal, wakil DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (21/8/2019)
Politisi PAN ini berharap dengan cepat selesainya pembangunan Pasar Induk ini dapat menampung para pedagang yang ada. Dan masyarakat memiliki tempat berbelanja yang strategis.
Diketahui bahwa Walikota Pekanbaru H. Firdaus, ST, MT meninjau areal pembangunan Pasar Induk Pekanbaru, Jumat (16/8/2019) siang. Ia melihat langsung aktivitas proyek di Jalan Soekarno-Hatta Ujung, Kota Pekanbaru. Saat ini capaian pembangunan Pasar Induk mencapai 45 persen.
Walikota Pekanbaru memberi target kepada pengembang agar segera merampungkan bangunan pasar induk. Ia ingin agar tahun 2020 sudah bisa berfungsi secara optimal.
"Kita terima kasih kepada pengembang yang merupakan perusahaan lokal. Maka kita beri tambahan waktu," paparnya.
Ia mengaku proses pengerjaan awal pasar induk sempat tertunda. Kondisi ini karena ada kendala administrasi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menyebut bahwa kedatangan Walikota Pekanbaru untuk melihat capaian proyek Pasar Induk. Ia bersyukur proses pembangunan sudah berjalan.
Ia menilai pengembang, PT Agung Rafa Bonai sudah berupaya menuntaskan pembangunan pasar tersebut. Apalagi proses pembangunan ini sempat terkendala beberapa waktu lalu.
Pemerintah Kota Pekanbaru bakal memberi tambahan waktu untuk pengembang. Namun mereka harus menggesa proses pembagunan pasar induk.
Pengembang diberi tambahan waktu hingga akhir tahun 2019. Tambahan waktu ini untuk mendorong pengembang rampungkan pembangunan pasar.
Konsep Pasar Induk adalah perpaduan antara pasar induk dengan pasar tradisional modern. Pasar ini mempertemukan pedagang partai besar dan pedagang eceran.(int/nol)
"Untuk penambahan waktu pengerjaan boleh. Karena jika tidak ditambah, kita yang rugi. Kontraktor juga rugi. Namun kan diberi waktu dengan catatan harus diselesaikan di tahun 2019. Kalau tidak selesai juga angkat kaki lah," tegas Nofrizal, wakil DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (21/8/2019)
Politisi PAN ini berharap dengan cepat selesainya pembangunan Pasar Induk ini dapat menampung para pedagang yang ada. Dan masyarakat memiliki tempat berbelanja yang strategis.
Diketahui bahwa Walikota Pekanbaru H. Firdaus, ST, MT meninjau areal pembangunan Pasar Induk Pekanbaru, Jumat (16/8/2019) siang. Ia melihat langsung aktivitas proyek di Jalan Soekarno-Hatta Ujung, Kota Pekanbaru. Saat ini capaian pembangunan Pasar Induk mencapai 45 persen.
Walikota Pekanbaru memberi target kepada pengembang agar segera merampungkan bangunan pasar induk. Ia ingin agar tahun 2020 sudah bisa berfungsi secara optimal.
"Kita terima kasih kepada pengembang yang merupakan perusahaan lokal. Maka kita beri tambahan waktu," paparnya.
Ia mengaku proses pengerjaan awal pasar induk sempat tertunda. Kondisi ini karena ada kendala administrasi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menyebut bahwa kedatangan Walikota Pekanbaru untuk melihat capaian proyek Pasar Induk. Ia bersyukur proses pembangunan sudah berjalan.
Ia menilai pengembang, PT Agung Rafa Bonai sudah berupaya menuntaskan pembangunan pasar tersebut. Apalagi proses pembangunan ini sempat terkendala beberapa waktu lalu.
Pemerintah Kota Pekanbaru bakal memberi tambahan waktu untuk pengembang. Namun mereka harus menggesa proses pembagunan pasar induk.
Pengembang diberi tambahan waktu hingga akhir tahun 2019. Tambahan waktu ini untuk mendorong pengembang rampungkan pembangunan pasar.
Konsep Pasar Induk adalah perpaduan antara pasar induk dengan pasar tradisional modern. Pasar ini mempertemukan pedagang partai besar dan pedagang eceran.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru