PILIHAN
HUT Riau Ke-62, Dewan Minta Pemprov Serius Atasi Persoalan Ini
PEKANBARU, Riauin.com - Hari ini provinsi Riau memperingati Hari Ulang Tahun ke-62, Jumat (9/9/2019). Anggota Komisi III DPRD Riau, Marwan Yohanis mengatakan, di usia yang sudah tidak muda lagi harusnya banyak capaian yang sudah dilakukan.
Namun nyatanya berbagai persoalan masih menggelayut di Bumi Melayu itu.
"Seharusnya di usia ke-62 ini, harus lebih kencang lagi percepatannya. Ini lah yang kita dorong dari gubernur baru yang telah dipilih rakyat, yakni Syamsuar dan Edy Natar," kata Marwan.
Ia mengatakan, ada beberapa persoalan di Riau yang seharusnya tidak boleh terjadi lagi, yakni masalah Karhutla. Termasuk juga perampasan hutan yang dinilainya sudah sangat keterlaluan.
"Masalah kabut asap harus dihentikan. Kita tidak ingin lagi di usia ke-62 ini terus terusan Riau dihantam kabut asap. Kedua adalah perampasan hutan kita. Di daerah saya di Kuansing, luar biasa semakin menjadi-jadi pembabatan hutan lindung kita. Ini harus menjadi perhatian dan harus dicarikan solusinya," tegas Marwan.
Selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur, SDM dan percepatan ekonomi masyarakat.
"Bagaimana sekarang menjeritnya masyarakat kita, yang dulunya berkebun karet berpindah ke sawit, eh ternyata harga sawit anjlok. Persoalan ini harus dibenahi di usia ke-62 ini," cakapnya lagi.(int/nol)
Namun nyatanya berbagai persoalan masih menggelayut di Bumi Melayu itu.
"Seharusnya di usia ke-62 ini, harus lebih kencang lagi percepatannya. Ini lah yang kita dorong dari gubernur baru yang telah dipilih rakyat, yakni Syamsuar dan Edy Natar," kata Marwan.
Ia mengatakan, ada beberapa persoalan di Riau yang seharusnya tidak boleh terjadi lagi, yakni masalah Karhutla. Termasuk juga perampasan hutan yang dinilainya sudah sangat keterlaluan.
"Masalah kabut asap harus dihentikan. Kita tidak ingin lagi di usia ke-62 ini terus terusan Riau dihantam kabut asap. Kedua adalah perampasan hutan kita. Di daerah saya di Kuansing, luar biasa semakin menjadi-jadi pembabatan hutan lindung kita. Ini harus menjadi perhatian dan harus dicarikan solusinya," tegas Marwan.
Selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur, SDM dan percepatan ekonomi masyarakat.
"Bagaimana sekarang menjeritnya masyarakat kita, yang dulunya berkebun karet berpindah ke sawit, eh ternyata harga sawit anjlok. Persoalan ini harus dibenahi di usia ke-62 ini," cakapnya lagi.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru