PILIHAN
Aksi Premanisme Pengerjaan Proyek, Sekda Pekanbaru: Ulah Mereka Bisa Hambat Pembangunan
PEKANBARU, Riauin.com - Aksi premanisme dalam pengerjaan proyek diduga terjadi di kawasan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru.
Operator alat berat yang hendak menuju wilayah Okura diduga dicegat di perjalanan oleh sejumlah oknum tidak dikenal.
Mereka juga mencegat angkutan yang membawa material ke kawasan tersebut. Para oknum tidak dikenal itu tidak cuma mencegat.
Mereka juga memalak sopir angkutan material dan operator alat berat. Mereka memaksa sopir untuk memberikan sejumlah uang, agar bisa melalui kawasan itu.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer MBS mengaku sudah mendapat laporan itu sejak akhir pekan kemarin. Ia menyayangkan ulah oknum tidak dikenal itu.
"Ulah mereka bisa saja menghambat pembangunan. Jangan sampai ada aksi preman lagi," ujar Noer, Senin (5/8/2019).
Menurutnya, oknum tidak dikenal itu harus diberi penjelasan bahwan ulahnya merugikan masyarakat. Ia pun mengimbau agar aksi premanisme tidak terjadi lagi di kawasan itu.
"Aksi menyetop dan meminta uang kepada pengendara material ataupun material itu tidak baik. Jangan sampai ada yang memalak sopir lagi," jelasnya.
Noer menyebut aksi para preman sudah meresahkan. Mereka yang tetap bandel bakal berurusan dengan hukum. "Kalau memang bandel, kita serahkan ke aparat hukum," paparnya.
Operator alat berat yang hendak menuju wilayah Okura diduga dicegat di perjalanan oleh sejumlah oknum tidak dikenal.
Mereka juga mencegat angkutan yang membawa material ke kawasan tersebut. Para oknum tidak dikenal itu tidak cuma mencegat.
Mereka juga memalak sopir angkutan material dan operator alat berat. Mereka memaksa sopir untuk memberikan sejumlah uang, agar bisa melalui kawasan itu.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer MBS mengaku sudah mendapat laporan itu sejak akhir pekan kemarin. Ia menyayangkan ulah oknum tidak dikenal itu.
"Ulah mereka bisa saja menghambat pembangunan. Jangan sampai ada aksi preman lagi," ujar Noer, Senin (5/8/2019).
Menurutnya, oknum tidak dikenal itu harus diberi penjelasan bahwan ulahnya merugikan masyarakat. Ia pun mengimbau agar aksi premanisme tidak terjadi lagi di kawasan itu.
"Aksi menyetop dan meminta uang kepada pengendara material ataupun material itu tidak baik. Jangan sampai ada yang memalak sopir lagi," jelasnya.
Noer menyebut aksi para preman sudah meresahkan. Mereka yang tetap bandel bakal berurusan dengan hukum. "Kalau memang bandel, kita serahkan ke aparat hukum," paparnya.
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru