PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Harga Cabe Capai Rp70.000/ Kg
PEKANBARU, riauin.com-- Hari ini, Jumat (28/6), harga cabe merah masih tinggi. Pantauan riauin.com di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka, harga cabe merah Bukittinggi Rp70.000 per kilogram. Sementara harga cabe merah Jawa sekilo harganya Rp60.000.
Menurut Nuzirwan (41), pedagang Pasar Pagi Simpang Empat Arengka ini, sejak lebaran harga cabe hingga kini masih cukup tinggi. “Kalau pun turun, paling turun Rp5.000, lalu naik lagi Rp70.000 sekilo,†ujar Nuzirwan yang sehari-hari menjual bumbu dapur, kepada riauin.com, Jumat 28/6) pukul 09.00 WIB.
Suasana pasar pagi tadi tampak tak seramai biasanya. Nuzirwan yang berjualan berdua dengan istrinya dan dibantu seoranh anggotanya mengatakan, mahalnya harga cabe merah, membuat pembeli mengurangi daya beli.
“Biasanya pembeli membeli sekilo, sekarang hanya beli setengah kilo. Biasanya beli seperempat kilogram, sekarang beli seons saja,†tambah Yeni, istri Nuzirwan.
Sementara itu menurut Tina, pedagang cabe dan sayur mengatakan, mahalnya harganya cabe karena kurangnya pasukan dari petani.
“Atau karena pengaruh lebaran dan liburan sekolah. Dan mungkin juga karena cuaca yang tak menentu,†terang Tina.
Dikatakannya, bukan hanya cabe yang mahal, tomat, kentang, cabe rawit juga mahal. Berikut pantauan harga yang didapat riauin.com di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka, cabe rawit Rp60.000 per kg, tomat Rp12.000 per kg, kentang Rp12. 000 per kg, bawang merah Solok Rp45.000 per kg, bawang Peking Rp12.000 per kg, bawang Bombay Rp22.000 per kg, bawang putih Rp32.000 per kg, wortel Rp12.000 per kg, timun Rp8.000 per kg, kacang Buncis Rp12.000 per kg, Lobak Rp5.000 per kg, Sawi Rp8.000 per kg.
Sementara itu Junimar (50), ibu rumah tangga yang sehari-hari berbelanja di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka mengatakan, harus pandai-pandai ketika belanja agar kebutuhan dapur tetap terjaga.
“Semua serba mahal. Untung saja ikan laut dan ikan segar tak ikut-ikut naik. Walaupun begitu tetap aja harus pandai-pandai. Kalau tidak uang belanja yang dikasih suami tak cukup,†ujarnya.
Lain lagi kata Yelli, juga ibu rumah tangga. “Harga-harga bikin pusing. Uang belanja segitu-gitu aja. Ngak nambah-nambah. Pas-pasan pula. Terpaksa beli apa-apa dikurangi,†ujarnya garuk-garuk kepala.
Baik Junimar maupun Yeli dan para pedagang berharap supaya harga kebutuhan harian kembali normal. “Pemerintah harus memikirkan solusinya. Jangan hanya sibuk politik aja.
Sementara rakyat menjerit memenuhi kebutuhan hidup yang serba naik,†demikian harapan Nuzirwan.
Hal yang sama juga disampaikan Junimar. Ia berharap agar harga kebutuhan harian normal lagi. Termasuk tagihan listrik dan BBM.
“Semua itu kan tergantung pemerintah. Kalau pemerintahnya cakap, tentulah tak akan begini. Kalau pemerintahnya pro rakyat harga kebutuhan harian akan stabil, “ ujarnya penuh harapan. (fat)
Menurut Nuzirwan (41), pedagang Pasar Pagi Simpang Empat Arengka ini, sejak lebaran harga cabe hingga kini masih cukup tinggi. “Kalau pun turun, paling turun Rp5.000, lalu naik lagi Rp70.000 sekilo,†ujar Nuzirwan yang sehari-hari menjual bumbu dapur, kepada riauin.com, Jumat 28/6) pukul 09.00 WIB.
Suasana pasar pagi tadi tampak tak seramai biasanya. Nuzirwan yang berjualan berdua dengan istrinya dan dibantu seoranh anggotanya mengatakan, mahalnya harga cabe merah, membuat pembeli mengurangi daya beli.
“Biasanya pembeli membeli sekilo, sekarang hanya beli setengah kilo. Biasanya beli seperempat kilogram, sekarang beli seons saja,†tambah Yeni, istri Nuzirwan.
Sementara itu menurut Tina, pedagang cabe dan sayur mengatakan, mahalnya harganya cabe karena kurangnya pasukan dari petani.
“Atau karena pengaruh lebaran dan liburan sekolah. Dan mungkin juga karena cuaca yang tak menentu,†terang Tina.
Dikatakannya, bukan hanya cabe yang mahal, tomat, kentang, cabe rawit juga mahal. Berikut pantauan harga yang didapat riauin.com di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka, cabe rawit Rp60.000 per kg, tomat Rp12.000 per kg, kentang Rp12. 000 per kg, bawang merah Solok Rp45.000 per kg, bawang Peking Rp12.000 per kg, bawang Bombay Rp22.000 per kg, bawang putih Rp32.000 per kg, wortel Rp12.000 per kg, timun Rp8.000 per kg, kacang Buncis Rp12.000 per kg, Lobak Rp5.000 per kg, Sawi Rp8.000 per kg.
Sementara itu Junimar (50), ibu rumah tangga yang sehari-hari berbelanja di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka mengatakan, harus pandai-pandai ketika belanja agar kebutuhan dapur tetap terjaga.
“Semua serba mahal. Untung saja ikan laut dan ikan segar tak ikut-ikut naik. Walaupun begitu tetap aja harus pandai-pandai. Kalau tidak uang belanja yang dikasih suami tak cukup,†ujarnya.
Lain lagi kata Yelli, juga ibu rumah tangga. “Harga-harga bikin pusing. Uang belanja segitu-gitu aja. Ngak nambah-nambah. Pas-pasan pula. Terpaksa beli apa-apa dikurangi,†ujarnya garuk-garuk kepala.
Baik Junimar maupun Yeli dan para pedagang berharap supaya harga kebutuhan harian kembali normal. “Pemerintah harus memikirkan solusinya. Jangan hanya sibuk politik aja.
Sementara rakyat menjerit memenuhi kebutuhan hidup yang serba naik,†demikian harapan Nuzirwan.
Hal yang sama juga disampaikan Junimar. Ia berharap agar harga kebutuhan harian normal lagi. Termasuk tagihan listrik dan BBM.
“Semua itu kan tergantung pemerintah. Kalau pemerintahnya cakap, tentulah tak akan begini. Kalau pemerintahnya pro rakyat harga kebutuhan harian akan stabil, “ ujarnya penuh harapan. (fat)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK