Harga Cabe Capai Rp70.000/ Kg


Jumat, 28 Juni 2019 - 15:31:36 WIB
Harga Cabe Capai Rp70.000/ Kg
PEKANBARU, riauin.com-- Hari ini, Jumat (28/6), harga cabe merah masih tinggi. Pantauan riauin.com di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka, harga cabe merah Bukittinggi Rp70.000 per kilogram. Sementara harga cabe merah Jawa sekilo harganya Rp60.000.

Menurut Nuzirwan (41), pedagang Pasar Pagi Simpang Empat Arengka ini, sejak lebaran harga cabe hingga kini masih cukup tinggi. “Kalau pun turun, paling turun Rp5.000, lalu naik lagi Rp70.000 sekilo,” ujar Nuzirwan yang sehari-hari menjual bumbu dapur, kepada riauin.com, Jumat 28/6) pukul 09.00 WIB.

Suasana pasar pagi tadi tampak tak seramai biasanya. Nuzirwan yang berjualan berdua dengan istrinya dan dibantu seoranh anggotanya mengatakan, mahalnya harga cabe merah, membuat pembeli mengurangi daya beli.

“Biasanya pembeli membeli sekilo, sekarang hanya beli setengah kilo. Biasanya beli seperempat kilogram, sekarang beli seons saja,” tambah Yeni, istri Nuzirwan.

Sementara itu menurut Tina, pedagang cabe dan sayur mengatakan, mahalnya harganya cabe karena kurangnya pasukan dari petani.
 
“Atau karena pengaruh lebaran dan liburan sekolah. Dan mungkin juga karena cuaca yang tak menentu,” terang Tina.

Dikatakannya, bukan hanya cabe yang mahal, tomat, kentang, cabe rawit juga mahal. Berikut pantauan harga yang didapat riauin.com di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka, cabe rawit Rp60.000 per kg, tomat Rp12.000 per kg, kentang Rp12. 000 per kg, bawang merah Solok Rp45.000 per kg, bawang Peking Rp12.000 per kg, bawang Bombay Rp22.000 per kg, bawang putih Rp32.000 per kg, wortel Rp12.000 per kg, timun Rp8.000 per kg, kacang Buncis Rp12.000 per kg, Lobak Rp5.000 per kg, Sawi Rp8.000 per kg.

Sementara itu Junimar (50), ibu rumah tangga yang sehari-hari berbelanja di Pasar Pagi Simpang Empat Arengka mengatakan, harus pandai-pandai ketika belanja agar kebutuhan dapur tetap terjaga.
 
“Semua serba mahal. Untung saja ikan laut dan ikan segar tak ikut-ikut naik. Walaupun begitu tetap aja harus pandai-pandai. Kalau tidak uang belanja yang dikasih suami tak cukup,” ujarnya.

Lain lagi kata Yelli, juga ibu rumah tangga. “Harga-harga bikin pusing. Uang belanja segitu-gitu aja. Ngak nambah-nambah. Pas-pasan pula. Terpaksa beli apa-apa dikurangi,” ujarnya garuk-garuk kepala.

Baik Junimar maupun Yeli dan para pedagang berharap supaya harga kebutuhan harian kembali normal. “Pemerintah harus memikirkan solusinya. Jangan hanya sibuk politik aja.

Sementara rakyat menjerit memenuhi kebutuhan hidup yang serba naik,” demikian harapan Nuzirwan.

Hal yang sama juga disampaikan Junimar. Ia berharap agar harga kebutuhan harian normal lagi. Termasuk tagihan listrik dan BBM.

“Semua itu kan tergantung pemerintah. Kalau pemerintahnya cakap, tentulah tak akan begini. Kalau pemerintahnya pro rakyat harga kebutuhan harian akan stabil, “ ujarnya penuh harapan. (fat)