Peristiwa ini berawal dari laporan keluarga yang tinggal di Desa Labuhan Ratu VII, Kecamatan Labuhan Ratu. M dinyatakan hilang dari rumah sejak Jumat (15/4).
Kemudian pada Minggu (17/4), salah satu warga di sana menemukan M dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jasadnya ditemukan terlentang di dalam gubuk perkebunan karet di Desa Sumber Marga, Kecamatan Way Jepara. Lokasinya sekitar 15 kilometer dari rumah korban.
Polres Lampung Timur yang menangani kasus ini awalnya kesulitan, hal ini lantaran minimnya saksi dan juga alat bukti. Bahkan para saksi rata-rata masih berusia delapan tahun.
Dilansir dari Merdeka.com, akhirnya polisi berhasil melacak pelaku yang diduga lebih dari seorang. Kapolres Lampung Timur AKBP Juni Duarsyah menduga kuat pelaku merupakan orang dekat korban.
"Pelakunya sepertinya bukan orang yang jauh, karena penyelidikan kami sudah ada yang mengarah kepada para pelaku," kata Juni baru-baru ini.
Modus yang digunakan oleh para pelaku ini adalah menawarkan korban yang saat itu pulang sekolah pergi menyusul orang tua yang sedang bekerja menyadap getah karet. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengiming-imingi korban akan membelikan es krim.
Korban lantas saja menuruti ajakan para pelaku lantaran bukan orang asing. Hingga akhirnya M ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak. Dukungan dan desakan untuk pengungkapan peristiwa ini tak pernah berhenti, salah satunya yang dilakukan oleh aktivis HAM Lampung Timur Edi Arsadad.
Dalam laman akun Facebook miliknya, Edi mempelopori gerakan #NyalaUntukMs. Sebuah cara untuk menggerakkan agar proses hukum kasus ini segera mendapat perhatian, seperti halnya kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yn.
Dikutip merdeka.com, dalam postingan Edi tertanggal 6 Mei, dia mengisahkan nasib tragis yang dialami korban.
Pelaku diduga menghabisi M dengan cara dipukul menggunakan benda keras dan dicekik.
Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin menyatakan, akan fokus mengungkap dan menuntaskan sejumlah kasus kejahatan seksual yang terjadi di wilayah hukum Lampung.
"Beberapa kasus sudah kita tangani dan para pelaku juga telah ditangkap seperti di Lampung Utara, Pesawaran, Lampung Timur maupun Metro," ujar Kapolda Lampung di Mapolda Lampung kemarin.(riA)