Humas Kanwil Kemenag Riau Darwison didampingi sejumlah staf dan Kepala Kantor Kemenag Kampar Fairus turun ke Terantang. Kepala Kantor Kemenag Pekanbaru Edwar S. Umar yang juga putra kelahiran Terantang juga ikut.
Kemenag bertemu dan berdialog dengan ratusan warga yang didominasi kaum ibu. Asnidar, seorang ibu menuturkan, ketakutan anak-anak muncul sejak ratusan personil kepolisian gabungan Brimob Polda Riau dan Polres Kampar datang ke Terantang, Selasa (26/4/2016) lalu.
"Apalagi kemarin (Senin, 2 Mei 2016) ada tembak-tembakan Buser yang memburu bapak-bapak kami," ujar Asnidar. Jangan anak-anak, kata dia, orang tua juga dirundung ketakutan.
Dikutip dari tribunpekanbaru, Asnidar menuturkan, tembakan itu terjadi di hadapan seorang pelajar MTs Negeri Terantang Kecamatan Tambang, Senin sore. Anak itu berencana pergi menggembalakan Kambing di ladang sambil memegang telepon seluler.
"Jumpalah sama Buser. Diminta telepon anak itu. Anak itu nggak mau ngasi. Di situlah tembak-menembak itu. Bagaimana nggak takut anak-anak," ujar Asnidar. Ditambah lagi, Senin pagi terjadi kebakaran sebuah rumah yang diketahui milik Firman, adik Hermayalis.
"Sejarahnya kalau ada kebakaran di Terantang, belum pernah datang polisi ramai-ramai. Ini sebanyak-banyak datang polisi. Nah, tambah pula takut kami," kata Asnidar.
Seperti diketahui, Hermayalis adalah Ketua Koperasi Iyo Basamo yang digulingkan melalui Rapat Anggota Luar Biasa. Setelah digulingkan, kisruh koperasi semakin memanas. Puncaknya kerusuhan berujung pembakaran barak pekerja dan kantor koperasi.
Kini, polisi sedang memburu warga diduga pelaku pembakaran aset koperasi tersebut. Dirkrimum Polda Riau Kombes Rivai Sinambela memimpin operasi penangkapan yang melibatkan ratusan personil Polda Riau dan Polres Kampar, Selasa (26/4/2016) lalu. Rivai di hadapan warga, mengumumkan 10 warga menjadi target. (rdh)