RIAUIN.COM– DPRD Kabupaten Bengkalis menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (30/7/2026). Momentum tersebut menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah, menghormati jasa para pendahulu, sekaligus memperkuat komitmen membangun Negeri Junjungan.
Sebelum rapat dimulai, rangkaian kegiatan diawali prosesi arak-arakan adat menuju Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis. Prosesi itu menjadi simbol penghormatan terhadap adat dan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha SE MIP didampingi Wakil Ketua I M Arsya Fadillah SIP, Wakil Ketua II Hendrik Firnanda Pangaribuan, Wakil Ketua III H Misno, Bupati Hj Kasmarni SSos MMP serta Wakil Bupati Dr H Bagus Santoso.
Hadir mewakili Gubernur Riau, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau H Zulkifli Syukur MA MSi, Bupati Bengkalis ke-14 H Amril Mukminin SE MM, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Septian Nugraha mengatakan peringatan Hari Jadi Bengkalis merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan negeri. Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga serta melanjutkan perjuangan yang telah diwariskan.
"Melalui peringatan ini, kita ingin menyampaikan bahwa kita semua memuliakan perjuangan mereka dan menghormatinya dengan penuh ketakziman," ujar Septian.
Septian menilai Hari Jadi Bengkalis juga menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus menyusun langkah strategis bagi kemajuan daerah. Potensi yang dimiliki Bengkalis, katanya, harus dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita semua bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahi negeri ini dengan segala sumber daya. Semoga seluruh potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat. Insya Allah, cita-cita menjadikan Bengkalis sebagai negeri yang terbilang dan unggul akan dapat kita wujudkan bersama," katanya.
Sementara itu, Bupati Hj Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Bengkalis yang menginisiasi Sidang Paripurna Istimewa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Negeri Junjungan. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, insan pers serta seluruh masyarakat yang terus mendukung pembangunan Bengkalis.
Menurut Kasmarni, usia 514 tahun menjadi bukti panjangnya perjalanan Bengkalis sebagai daerah yang dibangun di atas nilai perjuangan, persatuan, dan semangat menjaga marwah Melayu. Karena itu, Hari Jadi Bengkalis harus menjadi momentum memperkuat identitas daerah sekaligus memperkokoh kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan.
"Pada usia 514 tahun, Bengkalis bukan sekadar mencatat perjalanan waktu, melainkan mewarisi jejak panjang peradaban Melayu yang dibangun melalui perjuangan para pendahulu. Sejarah perjuangan Laksamana Hang Nadim dan para pejuang Bengkalis menjadi pengingat bahwa negeri ini lahir dari keberanian, persatuan, dan semangat mempertahankan marwah," ungkapnya.
Mewakili Gubernur Riau, H Zulkifli Syukur menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
"Pemerintah Provinsi Riau akan terus berjalan bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Insya Allah, melalui sinergi yang semakin kuat, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkalis akan menjadi kekuatan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tantangan sebesar apa pun akan dapat kita hadapi apabila pemerintah dan masyarakat berjalan dengan satu tujuan yang sama," tuturnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Seluruh tamu undangan kemudian mengikuti makan beradat yang digelar di Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis. -inf