RIAUIN.COM - Risiko tinggi pemburu narkoba di Provinsi Riau kembali terbukti. Seorang personel Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau terluka setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh terduga pengedar pil ekstasi saat menyergap target operasi di kawasan Jalan Badak Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (16/7/2026) malam tersebut memaksa aparat melepaskan tembakan peringatan hingga tindakan tegas di tempat. Salah satu tersangka berinisial SD terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki karena serangannya dinilai mengancam nyawa petugas di lapangan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengonfirmasi bahwa operasi penangkapan tersebut awalnya dirancang berdasarkan laporan masyarakat terkait transaksi narkotika. Namun, situasi di lapangan berubah menjadi tegang ketika para pelaku menolak menyerah.
"Saat personel berupaya menyergap, tersangka SD bersama seorang rekannya justru melawan balik secara membabi buta. Petugas kami diserang memakai senjata tajam hingga mengalami luka gores di perut dekat pusar," ujar Kombes Pol Putu Yudha Prawira saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026).
Melihat situasi yang semakin membahayakan keselamatan tim, personel lain di lokasi langsung mengambil tindakan cepat untuk melumpuhkan pelaku. Setelah SD roboh akibat diterjang peluru, perlawanan terhenti, namun satu pelaku lain memanfaatkan momen tersebut untuk melarikan diri ke arah kegelapan malam.
Dari lokasi penyergapan, polisi mengamankan kotak obat yang berisi 50 butir pil ekstasi berbagai warna. Selain barang bukti narkoba, petugas juga menyita sebilah pisau cutter yang dipakai untuk melukai polisi serta dua unit telepon seluler milik tersangka.
Petugas yang terluka segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan. Sementara itu, tersangka SD juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau guna mengobati luka tembaknya sebelum dijebloskan ke ruang tahanan.
"Tersangka SD dan seluruh barang bukti sudah kami amankan di markas untuk pengembangan kasus. Anggota di lapangan juga masih memburu satu pelaku lain yang identitasnya sudah kami kantongi," kata Kombes Pol Putu Yudha Prawira. (*)