Kanal

Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis

RIAUIN.COM - Kepolisian Resor Bengkalis mulai mengusut legalitas kepemilikan serta penyebab terbakarnya 80 hektare lahan gambut di perbatasan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Langkah hukum ini berjalan paralel dengan upaya pemadaman total yang melibatkan ratusan personel gabungan serta dukungan helikopter dari udara.

Hingga Sabtu (18/7/2026), tim penyidik dilaporkan telah mengamankan area bekas kebakaran, memetakan sedikitnya delapan titik panas utama, dan memeriksa beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian. Kebakaran yang melanda hamparan kelapa sawit telantar dan semak belukar lebat tersebut sebelumnya sempat menyulitkan petugas akibat embusan angin kencang dan minimnya curah hujan di wilayah pesisir Riau.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menjelaskan bahwa setelah operasi pemadaman darat dan pengeboman air (water bombing) berhasil melokalisasi kobaran api utama pada Jumat (17/7/2026) sore, fokus kepolisian kini diarahkan pada aspek penegakan hukum. Korps baju cokelat diterjunkan langsung untuk menyisir tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti-bukti otentik.

"Sembari petugas berjibaku memadamkan sisa api, tim penyidik bergerak taktis melakukan penyelidikan di lapangan. Kami mengumpulkan dokumentasi menyeluruh, memetakan sebaran delapan titik hotspot utama, dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar kawasan gambut tersebut," kata Fahrian saat dikonfirmasi dari Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Fahrian, penegakan hukum yang tegas menjadi instrumen penting untuk memberikan efek jera sekaligus menekan potensi terulangnya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Pihak berwenang memastikan tidak akan berkompromi terhadap pelaku perorangan maupun korporasi jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kondisi riil di lapangan menunjukkan tantangan berat yang harus dihadapi oleh 117 personel tim gabungan dari Polres Bengkalis, Polsek Pinggir, Polsek Mandau, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni Daops Dumai, Siak, dan Pekanbaru, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Masyarakat Peduli Api. Karakteristik lahan gambut yang dalam menyebabkan bara api kerap bersembunyi di bawah permukaan tanah, memicu kepulan asap tipis yang berpotensi menyala kembali apabila tertiup angin kencang.

Untuk mempercepat pemadaman di area yang sulit dijangkau transportasi darat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Satuan Tugas Karhutla Riau mengerahkan tiga unit helikopter bom air. Kolaborasi taktis antara gempuran air dari langit dan lokalisasi sekat bakar oleh tim darat yang memanfaatkan pasokan air dari kanal pembatas menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

"Fokus utama tim di lapangan saat ini adalah melakukan pendinginan secara menyeluruh atau cooling down. Langkah ini krusial demi memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam lapisan gambut yang sewaktu-waktu bisa memicu titik kebakaran baru, sekaligus untuk memitigasi risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat," ujar Fahrian menambahkan.

Hingga penutupan operasi pemadaman harian pada Jumat pukul 17.00 WIB, wilayah perbatasan Kelurahan Pematang Pudu dan Desa Buluh Apo tersebut masih dipantau secara ketat. Kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha perkebunan di Riau untuk mematuhi regulasi lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca terik. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler