"Idenya dari Pak Jimly Asshiddiqie demokrasi berbudaya lokal. Ide itu kita sambut dan cari konsepnya kemudian kita plenokan, hasilnya kita angkat budaya melayu dalam Pilgubri ini," kata Abdul Hamid, Divisi Bidang Pencalonan KPU Riau.
Untuk memperkuat tema budaya melayu setiap tahapan bahkan dalam rapat-rapat KPU Riau menggunakan pantun. Sampai disepakati pada pendaftaran pasangan calon memakai seni tradisional melayu.
Dari mulai out door di pagar Kantor KPU Riau paslon dan timnya disambut dengan kompang, sampai di depan pintu Kantor KPU rombongan disambut dengan silat dan pantun.
"Kami juga sudah menyiapkan tabir dan pelaminan Melayu di ruang atas tempat pendaftaran paslon," jelasnya.
Pada proses pendaftaran disepakati paslon mengucapkan akad pencalonan dan KPU Riau juga menerima akad pendaftaran paslon. Setiap paslon dipersilahkan membawa istri pada saat pendaftaran.
Ketika ditanya mengenai maskod bolu kembojo dan lancang kuning, keduanya merupakan hasil sayembara. "Banyak hasil.karya yang masuk dalam penjurian, seperti Istana Siak, Candi Muara Takus dan lainnya. Tapi yang unik itu berdasarkan penilaian juri terdiri dari akademisi, LAM Riau dan tokoh masyarakat, bolu kemojo sebagai pemenang pertama dan lancang kuning pemenang kedua," papar Hamid. (vie)