RIAUIN.COM - Aksi nekat kawanan pencuri spesialis kabel lampu penerangan jalan umum di Kota Pekanbaru, Riau, semakin meresahkan. Saat dipergoki oleh petugas yang sedang berpatroli, para pelaku bahkan berani mengancam petugas menggunakan senjata tajam sebelum akhirnya melarikan diri ke permukiman warga.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Perkutut, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 02.50 WIB. Tim Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru yang sedang menyisir area rawan malam itu melihat pergerakan mencurigakan di dekat tiang lampu.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi saat dikonfirmasi pada Senin pagi membenarkan adanya insiden penyerangan psikologis tersebut. Menurut dia, keselamatan personel menjadi prioritas utama ketika situasi di lapangan mulai tidak kondusif akibat ancaman senjata dari pelaku.
"Anggota kami di lapangan sempat berupaya mengejar saat para pelaku mencoba kabur. Namun, pengejaran terpaksa dihentikan demi keselamatan karena pelaku berbalik mengancam menggunakan linggis," ujar Masykur Tarmizi.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah titik tanah di bawah tiang PJU yang sudah digali oleh pelaku dengan kedalaman mencapai 30 sentimeter. Meski para pelaku berhasil lolos dari sergapan, mereka terburu-buru hingga meninggalkan seluruh armada dan peralatan tempurnya di tempat kejadian perkara.
Sebuah sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BM 5052 XC milik pelaku tertinggal di pinggir jalan. Saat digeledah, petugas menemukan berbagai perkakas kejahatan di dalam bagasi motor tersebut, mulai dari sebilah parang, pisau lipat, kunci T, obeng, hingga karung goni yang diduga kuat untuk mengangkut kabel hasil curian. Petugas juga menyita satu gunting besi ukuran besar di dekat area galian.
Selain alat penunjang pencurian, di dalam jok motor tersebut juga ditemukan selembar kertas catatan kutipan iuran pengamanan ruko di wilayah Kelurahan Tangkerang Labuai. Dokumen ini menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian untuk melacak identitas dan ruang lingkup aktivitas harian pelaku.
Pihak Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru memastikan kasus ini tidak akan dihentikan begitu saja. Personel yang bertugas malam itu telah diminta untuk segera membuat laporan resmi ke kantor kepolisian terdekat agar barang bukti yang disita bisa langsung diserahkan. Masykur Tarmizi berharap aparat penegak hukum dapat segera mengidentifikasi pemilik motor dan menangkap komplotan yang merugikan fasilitas publik tersebut. (Bil)