Kanal

Enam Wilayah di Riau Siaga Potensi Hujan Lebat dari Pagi hingga Dini Hari

RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai sambaran petir dan angin kencang di Provinsi Riau. Masyarakat di enam kabupaten diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi ini berpotensi terjadi sepanjang hari, mulai dari pagi hingga dini hari.

Ancaman cuaca buruk tersebut diprakirakan melanda wilayah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Siak, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir. Wilayah-wilayah ini dinilai paling rawan mengalami gejolak cuaca dalam 24 jam ke depan.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Bella R Adelia menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh tingginya kelembapan udara di wilayah Riau yang saat ini mencapai 55 hingga 100 persen. Selain itu, pergerakan angin yang bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan hingga 30 kilometer per jam turut memicu pertumbuhan awan konvektif yang masif.

Kondisi atmosfer tersebut juga memicu turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang secara merata di hampir seluruh wilayah Riau sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan citra radar terbaru, wilayah seperti Kampar, Bengkalis, dan kawasan pesisir timur sudah mulai diguyur hujan sejak dini hari dengan suhu udara berkisar antara 23,0 hingga 33,0 derajat Celsius.

Di tengah tingginya potensi hujan lebat, BMKG justru mendeteksi adanya lima titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di daratan Riau. Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak tiga titik, serta Pelalawan dan Siak masing-masing satu titik. Kemunculan titik panas di tengah musim hujan ini menjadi anomali yang terus dipantau, mengingat total ada 99 titik panas yang saat ini mengepung Pulau Sumatera.

Sebaliknya, untuk sektor keselamatan transportasi laut, kondisi perairan di sekitar wilayah Riau terpantau relatif aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan hanya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, yang masuk dalam kategori rendah dan tidak membahayakan aktivitas pelayaran di wilayah pesisir. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler