Kanal

Singapura Masih Dominasi Investasi di Riau, Hilirisasi Jadi Fokus Daerah

RIAUIN.COM - Provinsi Riau mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi utama investasi di Pulau Sumatera pada awal tahun ini. Meski menghadapi ketidakpastian ekonomi global, daerah ini berhasil menduduki peringkat ketiga dalam realisasi investasi di Sumatera pada periode Januari hingga Maret 2026.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau menunjukkan total modal yang masuk mencapai Rp12,85 triliun pada triwulan pertama. Capaian ini menempatkan Riau pada posisi ke-15 secara nasional, dengan rincian penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp9,6 triliun dan penanaman modal asing (PMA) senilai 197,01 juta dollar AS atau sekitar Rp3,25 triliun.

Kepala DPMPTSP Riau Vera Angelika menjelaskan bahwa di tingkat regional, Riau menunjukkan daya saing yang kompetitif. Realisasi investasi, baik dari modal asing maupun domestik, secara konsisten berada di jajaran tiga besar di wilayah Sumatera. Hal ini dinilai sebagai bukti kuatnya daya tarik sektor industri di Bumi Lancang Kuning.

Dari sisi asal negara, Singapura tetap menjadi investor terbesar dengan kontribusi mencapai 70,77 persen dari total modal asing, atau setara dengan Rp2,3 triliun. Selain Singapura, aliran modal luar negeri juga datang dari Malaysia, Bermuda, Seychelles, dan Kepulauan Virgin Inggris.

Sektor industri makanan serta perkebunan masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah. Kedua sektor ini menyumbang nilai gabungan lebih dari Rp5 triliun. Disusul oleh sektor kimia farmasi, kawasan industri, serta pertambangan yang secara kolektif menopang struktur ekonomi Riau.

Vera Angelika menyatakan bahwa pemerintah daerah kini tengah mengalihkan fokus pada penguatan kebijakan hilirisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap investasi yang masuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi perekonomian lokal dan mendukung konsep ekonomi hijau.

Secara geografis, aliran modal masih terkonsentrasi di wilayah pesisir dan pusat administrasi. Kota Dumai memimpin sebagai penyumbang investasi tertinggi dengan angka Rp3,05 triliun. Posisi selanjutnya ditempati oleh Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hilir, Rokan Hilir, dan Pelalawan.

Pemerintah optimistis tren positif ini akan berlanjut seiring berjalannya sejumlah proyek strategis nasional di Riau. Pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru ruas Rengat–Pekanbaru serta rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 2 gigawatt di Pulau Rangsang diprediksi akan menjadi daya tarik baru bagi para pemodal di masa depan.

Upaya memperkuat iklim investasi juga dibarengi dengan perbaikan kualitas layanan publik. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pelayanan diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih kondusif bagi para pelaku bisnis. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler