RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mulai memperketat seleksi teknis terhadap sejumlah sapi berbobot jumbo yang diusulkan menjadi bantuan kemasyarakatan Presiden RI untuk Iduladha 1447 Hijriah. Selain keunggulan fisik dengan bobot mencapai satu ton, kepastian kesehatan melalui uji laboratorium menjadi penentu utama kelayakan hewan kurban tersebut.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir menjelaskan, rangkaian peninjauan lapangan telah dilakukan secara maraton di empat wilayah, yakni Kabupaten Indragiri Hulu, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru. Langkah ini bertujuan memastikan calon hewan kurban memenuhi standar nasional sebelum datanya dikirim ke Sekretariat Presiden.
"Pemeriksaan fisik dan pemantauan kondisi kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Hal ini penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar berkualitas dan menjamin keamanan bagi masyarakat yang mengonsumsinya nanti," ujar Mimi di Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).
Di wilayah selatan, tim mengidentifikasi dua kandidat unggulan. Di Indragiri Hulu, terdapat sapi Simental seberat 1.013 kilogram milik peternak Franto Kukuh Sulahirio yang menjadi perhatian utama. Sementara itu, di Tembilahan, Indragiri Hilir, seekor sapi jenis Brangus dengan tinggi 220 sentimeter dan bobot satu ton milik peternak Zaini juga masuk dalam radar seleksi setelah berkoordinasi dengan otoritas peternakan setempat.
Aspek kesehatan menjadi parameter yang tidak bisa ditawar. Di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, tim dari UPT Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan telah mengambil sampel darah dan feses terhadap sapi Simental berbobot 907 kilogram. Prosedur serupa diterapkan pada sapi di Pelalawan yang memiliki berat 955 kilogram.
Kabid Kesehatan Hewan DPKH Riau Faralinda Sari menekankan bahwa uji laboratorium merupakan prosedur wajib untuk mendeteksi penyakit menular. Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Maisisco yang memastikan perawatan di tingkat peternak telah dilakukan secara maksimal guna menjaga kualitas hewan kurban di ibu kota provinsi.
Plt Kabid Produksi Peternakan DPKH Riau Elyan Buzra menambahkan, hasil pemantauan awal menunjukkan hewan-hewan yang diusulkan telah mendekati kriteria ketat pusat. Meski demikian, tim teknis dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota akan terus melakukan pengawasan rutin untuk menjaga bobot serta kondisi klinis sapi hingga hari penyaluran.
Melalui seleksi ketat ini, Pemerintah Provinsi Riau menargetkan hewan kurban yang terpilih nantinya benar-benar merepresentasikan kualitas terbaik dari peternak lokal. Kesiapan sapi-sapi jumbo ini diharapkan dapat menyukseskan program bantuan kemasyarakatan Presiden di Bumi Lancang Kuning dengan jaminan hewan yang sehat dan sesuai syariat. (Bil)