Kanal

FIA Unilak Berikan Pendidikan Politik dan Civic Culture

PEKANBARU, riauin.com-- Selaras dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Lancang Kuning bekerjasama dengan Kelurahan Muara Fajar Barang memberikan pendidikan politik dan civic culture.

Kegiatan dengan Tema Pendidikan Politik dan Civic Culture bagi Pemilih Lanjutan di Kelurahan Tebing Tinggi Okura digelar Selasa (05/12/2017) melibatkan ibu-ibu PKK, Kader Posyandu dan warga di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Tim pengabdian beranggotakan Alexsander Yandra, S.IP, M.Si sebagai koordinator pelaksana, Elly Nielwati, S.Sos, M.Si anggota 1 dan Dwi Herlinda, S.Sos, M.Si anggota 2. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut Lurah Tebing Tinggi Okura, Hj Asparida,S.Sos yang juga alumni FIA Unilak serta support KPUD Riau dalam berbagai diskusi. Tema ini diambil karena pada Juni 2018 Provinsi Riau akan menyelenggarakan helat demokrasi yakni pemilihan gubernur Riau untuk periode 2018-2023.

Sebagai koordinator tim pengabdian FIA Unilak, Alexsander Yandra, dan juga sekaligus sebagai narsumber terkait gerakan pemilih cerdas untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

"Kecendrungan masyarakat khususnya pemilih lanjutan dalam hal ini ibu-ibu PKK lebih aktif untuk memilih pemimpin dalam berbagai helat demokrasi lokal maupun nasional. Bahkan partisipasinya bagus, namun sebaliknya partisipasi yang bagus belum didukung oleh kemampuan yang bijak dalam memilih," kata Alexsander.

Sehingga, lanjut dia yang terjadi cendrung berdasarkan like dan dislike. Bahkan untuk mensosialisasikan pemimpin yang berkualitas kemampuan Ibu PKK masih sangat terbatas.

Dalam sesi kegiatan, tim pengabdian memberikan berbagai contoh cara memilih yang bijak, rasional dan ideologis. Hal ini bertujaun untuk meminimalisir pemilih pragmatis di Kelurahan Muara Fajar.

Masyarakat sangat antusias terlihat dari partisipasi masyarakat dalam memberikan pertanyaan sewaktu pelatihan dan materi berlangsung. Masyarakat yang tergabung dalam PKK Muara juga menyuarakan perlunya kedewasaan elit politik untuk bisa menghadirkan kontestasi politik yang berkualitas serta tidak memanfaatkan sentiment kesukuan dan keagamaan karena masyarakat Muara Fajar yang majemuk.

Usai kegiatan, tim pengabdian memformulasikan tage line Freedom of vote, pengabdian ini akan berlanjut dan simultan karena masyarakat sangat merasakan manfaat pengetahuan tentangpendidikan politik dengan penguatan peran kewargaan (civic culture).

Tim pelaksana pengabdian perguruan tingg, penyelenggara KPUD Riau dan pemerintah sangat penting dalam melakukan penguatan sumber daya masyarakat di daerah. Harapannya adalah stabilitas politik dalam masyarakat dapat terwujud, sehingga masyarakat unggul dan berdaya saing akan tercipta. (rls,vie)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler