Kanal

Riau Operasikan Tujuh Armada Udara untuk Kendali Karhutla

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau kini memperketat pengawasan titik panas dengan mengerahkan tujuh armada udara sekaligus guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengerahan kekuatan udara ini diprioritaskan untuk menjangkau lokasi-lokasi sulit yang selama ini menghambat mobilitas satgas darat.

Integrasi kekuatan udara tersebut mencakup lima helikopter dan dua pesawat TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca). Kehadiran armada tambahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa helikopter water bombing tipe MI-8 yang tiba pada Selasa (7/4/2026) memperkuat formasi pertahanan di wilayah pesisir, khususnya Kabupaten Bengkalis yang rawan terbakar.

Kepala BPBD Damkar Riau Edy Afrizal menjelaskan bahwa skema penanganan kini dibagi menjadi tiga pilar utama: deteksi dini melalui patroli rutin, pemadaman cepat dengan bom air, serta rekayasa cuaca untuk memicu hujan buatan di wilayah kering.

"Kekuatan udara menjadi kunci karena kita berpacu dengan waktu dan cuaca yang menantang. Dengan armada yang ada, kita bisa memantau perkembangan titik panas secara real time dan langsung melakukan penanganan sebelum api meluas," ujar Edy Afrizal.

Tiga unit helikopter saat ini dikhususkan untuk berpatroli memantau indikasi api, sementara dua unit lainnya bersiaga penuh untuk melakukan pemadaman dari udara. Di sisi lain, dua unit pesawat jenis Cassa terus mengupayakan modifikasi cuaca guna menjaga kelembapan lahan di area rawan.

Melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat, penguatan armada ini diharapkan mampu memastikan kondisi udara di Riau tetap kondusif dan mencegah terjadinya bencana asap yang lebih luas. Strategi integrasi udara ini menjadi langkah preventif utama dalam menjaga stabilitas lingkungan di Riau sepanjang musim kemarau tahun ini. (Bil)
 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler