Oleh: Hendrianto.
DI BAWAH terik matahari Kabupaten Kuantan Singingi, suara raungan mesin motor bukan lagi sekadar bising yang mengganggu ketertiban. Di lintasan aspal Sport Center Teluk Kuantan, suara itu berubah menjadi simfoni adrenalin yang terukur, profesional, dan penuh gengsi.
Di balik suksesnya perhelatan Drag Bike Pemuda Pancasila Kuansing 2025, ada satu sosok yang menjadi motor penggeraknya: Dasver Librian Vea.
Fenomena balap liar kerap menjadi momok bagi ketertiban jalan raya. Namun, bagi Dasver Librian Vea—Ketua MPC Pemuda Pancasila sekaligus Anggota DPRD Kuansing—melihat fenomena ini bukan dengan sudut pandang penghakiman, melainkan sebagai potensi yang belum terwadahi.
"Energi anak muda itu besar. Jika tidak diberi kanal yang tepat, mereka akan mencari jalannya sendiri, meski itu berbahaya," ungkap sosok yang akrab disapa Vea ini.
Melalui Drag Bike Championship 2025, ia membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar kata-kata, melainkan aksi nyata memindahkan aksi berbahaya di jalan raya ke lintasan resmi yang aman dan terstandarisasi.
Event yang diikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai provinsi seperti Riau, Sumbar, hingga Jambi ini bukan hanya ajang adu cepat. Bagi Vea, ini adalah laboratorium mental bagi kawula muda Kuansing.
Dari sekadar "jagoan jalanan" menjadi atlet yang menjunjung tinggi sportivitas dan aturan (IMI). Sementara di pinggir lintasan, UMKM lokal tumbuh. Bengkel-bengkel rumahan mendapatkan panggung untuk memamerkan keahlian mekanik mereka, membuktikan bahwa hobi otomotif memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Ajang ini menjadi radar untuk menemukan bibit-bibit pembalap potensial yang kelak bisa mengharumkan nama Kuansing di kancah nasional.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Kuansing dan dukungan penuh dari berbagai pihak menunjukkan kapasitas Dasver Librian Vea sebagai pemimpin yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Ia berhasil meyakinkan banyak pihak bahwa membina pemuda adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Vea telah menunjukkan wajah organisasi Pemuda Pancasila yang baru: organisasi yang humanis, kreatif, dan peduli pada pengembangan bakat generasi Z.
Ia tidak hanya duduk di kursi empuk legislatif, tapi turun ke sirkuit, berbaur dengan asap knalpot, demi memastikan anak muda Kuansing memiliki masa depan yang lebih terarah.
Ajang Drag Bike 2025 ini adalah pesan kuat bahwa di tangan pemimpin yang tepat, potensi pemuda tidak akan terbuang percuma. Dasver Librian Vea telah meletakkan fondasi penting: bahwa hobi, jika dikelola dengan hati dan visi, dapat berubah menjadi prestasi yang membanggakan.
Harapannya jelas, lintasan balap ini hanyalah awal. Ke depan, dukungan terhadap kawula muda di Kuansing diharapkan terus melaju kencang tanpa rem, membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih dinamis dan berprestasi. (***)