RIAUIN. COM- Gonjang-ganjing internal melanda DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Dua sosok yang mengklaim sebagai pimpinan partai, yaitu Ketua definitif H. Halim dan Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Satria Mandala Putra, memberikan keterangan yang saling bertolak belakang.
Kondisi ini mengindikasikan adanya konflik di tubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Satria Mandala Putra menyatakan bahwa dirinya telah diberi amanah oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan untuk menjabat sebagai PLT Ketua DPC.
Menurutnya, penunjukan ini dilakukan setelah DPP membebastugaskan H. Halim dari jabatannya.
"Iya, selaku pengurus DPC PDI-P Kuansing, saya diberi amanah untuk mengemban tugas sebagai PLT Ketua DPC oleh DPP, menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) mendatang," kata Satria.
Ia menambahkan bahwa dirinya mendapat instruksi dari DPP untuk segera melaksanakan Muscab sebelum Oktober 2025.
"Muscab akan diselenggarakan usai pagelaran pacu jalur bulan ini. Paling tidak sebelum Oktober susunan pengurus sudah tuntas," jelas Satria.
Namun, pernyataan Satria tersebut dibantah oleh H. Halim. Ketua DPC PDI Perjuangan Kuansing definitif ini mengaku tidak mengetahui adanya pergantian pimpinan.
"Setahu saya masih ketua," ujar Halim, singkat namun tegas, menanggapi kabar tersebut.
Perbedaan keterangan antara Satria dan Halim menimbulkan tanda tanya besar mengenai status kepemimpinan DPC PDI Perjuangan Kuansing saat ini.
Situasi ini mengarah pada dugaan kuat adanya dualisme kepemimpinan yang dapat memicu perpecahan di tingkat internal partai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DPP PDI Perjuangan terkait kebenaran informasi pembebastugasan H. Halim dan pengangkatan Satria Mandala Putra sebagai PLT Ketua. (hen)