Kanal

Kuantan Mudik Absen dari Pacu Jalur 2025, Isu Dendam Politik Bupati Mencuat

RIAUIN. COM - Kecamatan Kuantan Mudik dipastikan tidak akan menggelar pagelaran pacu jalur pada tahun 2025 ini. Absennya salah satu kecamatan yang memiliki tradisi kuat dalam perhelatan akbar tersebut menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Informasi yang beredar luas menyebutkan bahwa keputusan ini dipicu oleh dugaan dendam politik Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, serta disharmoni hubungannya dengan pemangku adat Kuantan Mudik.

Isu ini mencuat menyusul santernya pemberitaan terkait sanksi adat yang dijatuhkan pemangku adat Lubuk Jambi kepada Bupati Suhardiman Amby menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya. Kala itu, para pemangku adat di Lubuk Jambi mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi Sumpah Sotiah kepada Suhardiman Amby atas tudingannya yang menyebut adanya "Malin Kundang" di wilayah Lubuk Jambi. Sanksi adat tersebut bahkan melarang Bupati untuk menginjakkan kaki di wilayah adat Lubuk Jambi.

Ketidakikutsertaan Kuantan Mudik dalam agenda rutin pacu jalur tahun ini semakin memperkuat dugaan adanya korelasi antara sanksi adat tersebut dengan kebijakan pemerintah daerah. Masyarakat menilai, absennya Kuantan Mudik, yang notabene memiliki sejarah panjang dan partisipasi aktif dalam pacu jalur, sebagai indikasi adanya sentimen negatif dari Bupati terhadap wilayah tersebut.

Menanggapi isu yang berkembang, Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada riauin. com dengan tegas membantah adanya unsur dendam politik di balik keputusan tersebut. Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tengah fokus pada penyelesaian beban tunda bayar. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah memprioritaskan stabilitas fiskal dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang dianggap kurang mendesak.

Lebih lanjut, Bupati Suhardiman Amby juga menyinggung pelaksanaan acara perahu baganduang yang baru saja usai di Lubuk Jambi. Menurutnya, pelaksanaan acara tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk tidak menggelar pacu jalur di Kuantan Mudik pada tahun ini.

"Tahun depan kita adakan, kini kita selesaikan tunda bayar dulu. Kurangi kegiatan dulu. Pun acara perahu baganduang baru saja dilaksanakan," ujar Bupati Suhardiman Amby, berupaya meredam spekulasi yang berkembang.

Kendati demikian, penjelasan Bupati belum sepenuhnya meredakan kekecewaan dan keraguan di kalangan masyarakat Kuantan Mudik. Banyak yang menyayangkan absennya kecamatan mereka dari perhelatan pacu jalur yang bukan hanya sekadar kompetisi, namun juga merupakan bagian penting dari identitas budaya dan tradisi masyarakat Kuansing.

Ketidakjelasan mengenai kepastian pelaksanaan pacu jalur di Kuantan Mudik pada tahun mendatang juga menjadi perhatian. Meskipun Bupati menjanjikan akan kembali menggelar acara tersebut di Lubuk Jambi pada tahun 2026, masyarakat berharap agar komitmen tersebut dapat terealisasi tanpa adanya unsur politis yang menghalangi.

Absennya Kuantan Mudik dari agenda tahun ini menjadi catatan penting dalam dinamika sosial dan politik di Kabupaten Kuansing. Masyarakat berharap agar polemik ini dapat segera diselesaikan demi menjaga keharmonisan dan kelestarian tradisi pacu jalur di masa mendatang. (hen
 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler