Kanal

Di Sragen, Rumah Tua Angker Dijadikan Tempat Karantina OPD yang Berkeliaran

SRAGEN, RiauIN – Bekas rumah dinas
mandor tebu akan direnovasi menjadi lokasi karantina untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang bandel alias tak mau menjalani karantina mandiri di rumah.

Secara kasat mata, rumah itu kondisinya terlihat ‘menyeramkan’, lantaran cat telah mengelupas ditumbuhi lumut. Adapun kayu-kayu di depan rumah juga mengalami pengeroposan dan tampak pekat.

Hingga akhirnya, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjadikannya benda cagar budaya.

Kepala Desa Gondang, Warsito mengatakan penggunaan omah londo sebagai lokasi karantina berawal dari ide Camat Gondang, Catur Sarjanto.

“Kemarin pak Camat bilang nanti kalau ada ODP yang bandel, suruh isolasi tidak mau nanti akan ditempatkan di situ,” katanya, Kamis (23/4/2020) dikutip dari tribunnews.

Rumah tersebut rencana bakal digunakan setelah ditinjau langsung Yuni.

“Ini belum mulai digunakan, rencananya Sabtu besok ada kunjungan Bu Bupati untuk mengecek kelayakan bangunan,” tutur Warsito.

Baca Juga:
3 Dokter di Riau Positif Corona

Lokasi rumah karantina ODP yang bandel tidak terlalu jauh dari pemukiman warga dan berada di jantung kota.

“Itu dari pemukiman lumayan, itu di tengah-tengah kota, itu berada di timur kantor dinas kecamatan, kanan-kirinya rumah warga,” ujar dia.

“Di dekatnya juga ada kantor puskesmas dan Koramil, InsyaAllah keamaan dan kebutuhan kesehatan bisa terjamin,” imbuhnya membeberkan.

Rumah itu berada di kompleks bekas Pabrik Gula Sido Wurung atau lebih dikenal dengan Kedoeng Banteng, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Kompleks pabrik gula tersebut diperkirakan sudah berdiri kurang lebih sejak tahun 1.831 dan mengalami pasang surut.

Dikatakan Warsito, warga sekitar tidak menolak pemanfaatan rumah dinas sinder tersebut jadi lokasi karantina.

“Masyarakat sekitar sementara tidak ada penolakan,” tegasnya.

Warsito juga mengungkapkan kisah mistis pun juga menyelimuti rumah tersebut yang berusia berabad-abad itu.

“Kemarin ada orang yang cerita, ada orang yang hendak memperbaiki atap rumah itu, namun tidak jadi, terus turun dengan keringat dingin,” ungkap dia.

Baca Juga:
Demi Kuliah Online, Mahasiswa Ini Berinisiatif Membuat Rumah Pohon di Kampung

“Orang itu diperlihatkan sosok penunggu di situ saat memperbaiki atap,” tandasnya.

Bahkan kisah yang beradar di kalangan masyarakat juga seakan menjadi perbincangan sehari-hari karena keangkeran rumah tersebut.(fbh)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler