PEKANBARU, RiauIN - Sejak beroperasi pada Senin (20/4) lalu, laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad telah menerima 258 sampel dari sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di Provinsi Riau.
"Dari 258 sampel itu telah diuji 71 spesimen swab yang hasil semuanya adalah negatif virus Corona. Alhamdullilah, semoga sisa sampel yang belum diuji itu hasilnya juga negatif," kata Jubir Covid-19 Riau dr Indra Yovi, Kamis (23/4).
Dikatakan Yopi, hingga Kamis (23/4), jumlah pasien positif bertambah satu (1), sehingga total terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Provinsi Riau menjadi 36 orang. Penambahan satu pasien itu kembali berasal dari Kota Dumai.
"Sampai hari ini terdata 36 orang pasien positif Covid-19 di Riau. 23 dirawat, 9 orang sembuh dan sudah dipulangkan serta 4 meninggal dunia," jelasnya.
Pasien ke-36 positif Covid-19 ini, lanjut Yovi, adalah RR (37) yang merupakan warga Kota Dumai dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Dumai. Pasien RR (37) merupakan hasil tracing kontak erat dari pasien positif Covid-19 ME (44).
Dikatakan Yovi, pasien 35 dan 36 positif Covid-19 di Riau merupakan klaster acara Pertemuan Nakes Teladan di Dumai yang dihadiri pasien ME (44) sepulang dari Batam. Seluruh kontak erat dari ME (44) sudah ditracing dan di rapid-test. Serta hasil swab yang sudah keluar dan hasilnya positif adalah pasien 35 dan 36 ini.
Sementara, sebanyak 183 pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat. 172 PDP negatif Covid-19 sudah dipulangkan, dan 41 PDP meninggal dunia. Sedangkan 11.884 ODP dalam pemantauan (30.430 ODP sudah selesai pemantauan).
"Selanjutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Riau akan melakukan tracing kontak dari pasien RR (37)," jelasnya.
Menyongsong bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah yang diperkirakan akan jatuh esok hari, Pemerintah Provinsi Riau mengajak seluruh masyarakat Riau untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir.
"Kami meminta agar ibadah dilakukan di rumah saja untuk mengurangi pergerakan orang, karena virus Covid-19 ini bergerak mengikuti inangnya. Apabila manusia tetap di rumah, maka virusnya pun tidak menulari orang lain di luar rumah. Kita harus belajar dari Tiongkok dimana penularan virus semakin menjadi-jadi karena pergerakan orang yang masif saat Hari Raya Imlek kemarin. Insya Allah, dengan belajar dari pengalaman Tiongkok, pandemi ini akan semakin cepat berakhir," pungkasnya.(nal)