Kanal

Tidak Jujur Saat Berobat, Seorang Tenaga Kesehatan Pelalawan Terjangkit Covid-19

PEKANBARU, Riauin.com - Gubernur Riau H Syamsuar meminta kepada seluruh masyarakat yang berobat ke rumah sakit, Puskesmas, atau dokter lainnya supaya jujur dan menceritakan semua riwayat perjalanannya. 

Sebab jika ada pasien yang menutup-nutupi informasi tersebut, maka akan berdampak fatal terhadap dokter atau tenaga kesehatan yang sedang mengobatinya.

Hal itu disampaikan Syamsuar kepada masyarakat luas, menyusul adanya seorang tenaga kesehatan umum yang tertular virus Covid-19.

Dikatakan, ini terjadi pada Pasien 18, AS (30), yang merupakan tenaga kesehatan 
yang bertugas di salah satu rumah sakit di Kabupaten Pelalawan, tempat pasien positif Covid-19, RBT (50) dan JG (58), berobat sebelum dibawa ke Pekanbaru. 

Ketika itu, kedua pasien positif tersebut mengaku tidak ada riwayat perjalanan dari Jakarta. Akibatnya, tenaga kesehatan yang bertugas disana melayani dengan protokol pasien biasa, bukan protokol penanganan pasien covid-19. 

Ini sangat disayangkan, kata Syamsuar. "Oleh karena itu, kami meminta  masyarakat yang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk jujur, kooperatif, dan memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya ketika dimintai keterangan medis karena ketidakjujuran dapat berakibat fatal," sebut Syamsuar lagi.

Namun demikian ditambahkan, masyarakat tidak perlu mem-bully pasien RBT (50) dan JG (58), atau siapapun, karena semua kita tidak menghendaki itu terjadi. 

"Namun kejadian ini wajib kita jadikan pelajaran," katanya.(vie)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler