Kanal

Belum Ada Larangan, Pasar Tomohon Jual Kelelawar di Tengah Virus Corona



Pedagang di Pasar Beriman Kota Tomohon, Sulawesi Utara tetap menjual daging kelelawar di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). Sejumlah pakar menyebut virus corona itu bersumber dari daging kelelawar.

Salah satu pedagang di Pasar Beriman, Stenly Timbuleng mengatakan masih berjualan seperti biasa. Ia masih menjual daging kelelawar karena belum ada larangan dari pemerintah pusat maupun daerah.

"Masih jualan, belum ada juga larangan dari pemerintah. Pembeli juga tetap ada," ujar Stenly, dikutip dari cnnindonesia.com, Senin (16/3).

Meski demikian, Stenly mengakui saat ini pasar ekstrem itu sepi. Namun, kondisi tersebut bukan karena orang takut makan kelelawar, melainkan hari ini masih awal pekan.

"Biasanya pasar ramai pada akhir pekan. Sabtu ramai. Kan juga belum ada bukti bawah virus corona disebabkan dari hewan yang ada di pasar ini," katanya.

Stenly menyebut penjual lainnya yang juga menjual daging kelelawar tetap buka. Selain kelelawar, daging ular juga dijual di pasar yang sering dikunjungi turis itu.

Pedagang lainnya Ferry mengakui bahwa permintaan daging kelelawar menurun sejak penyebaran virus corona ramai diberitakan. Meskipun demikian, masih terdapat masyarakat yang membeli daging hewan nokturnal itu.

Menurut para pedagang, kebanyakan kelelawar yang dijual didatangkan dari Gorontalo, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Selatan. Satu kilogram daging kelelawar yang sudah dibakar dijual sekitar Rp60 ribu.

Sebelum pemerintah menghentikan penerbangan dari China, Pasar Tomohon saban hari kerap dikunjungi wisatawan asal China. Salah satu yang mereka beli adalah kelelawar yang telah dibakar tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memusnahkan ratusan kelelawar jenis kalong dan codot di Pasar Binatang Peliharaan Depok, Sabtu (14/3). Mamalia terbang itu dikhawatirkan menjadi binatang pembawa (vector) virus corona.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sendiri telah mengumumkan satu pasien positif terjangkit virus corona dan dirawat di Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang, Kota Manado, Sabtu (14/3). Namun Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara menyatakan pasien yang positif itu telah dinyatakan negatif setelah dilakukan tes yang kedua, Minggu (15/3).(nal)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler