PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Penangkapan Romi Dinilai Bakal Bikin TKN Jokowi-Ma'ruf Repot
Jakarta, Riauin.com -- Terseretnya nama politikus PPP Romahurmuziy dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai akan melemahkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Koalisi Jokowi-Ma'ruf akan kehilangan fokus dan melemah karena kegaduhan internal dan tertangkapnya Ketum PPP," ujar pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Jumat (15/3).
Diketahui, Romi merupakan salah satu petinggi partai pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Tak hanya melemah, TKN, kata Pangi, akan dibuat sibuk dan fokus pada kasus yang mendera Romi. Pasalnya, TKN harus bekerja keras untuk menjaga dan mempertahankan elektabilitas pasangan calon yang diusungnya.
"Harus kita akui bahwa ini akan berimbas pada figur Pak Jokowi sendiri. Yang kedua soal isu sentimen, soal mengelola emosi publik," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini.
Tak hanya berdampak pada koalisi, sebagai ketua umum, kasus Romi akan membuat PPP sibuk pada pemulihan nama baik partai. Tak mustahil akan kembali muncul konflik berpepanjang di internal partai.
"Belum nanti pengaruhnya pada mesin partai dan pemenangan Pak Jokowi di Pilpres 2019," kata Pangi.
Betapa tidak, peranan partai begitu penting dalam pemenangan kontestasi pilpres. Jika mesin partai mati, lanjut Pangi, maka kemenangan dalam pilpres jadi hal yang mustahil dicapai.
Anggota Majelis Tinggi PPP Hasrul Azwar tak khawatir elektabilitas partainya akan merosot usai insiden OTT KPK. Dia yakin penangkapan Romi tidak akan memengaruhi elektabilitas partai.
Keyakinan Hasrul itu muncul lantaran PPP dinilai sudah teruji dan memiliki pengalaman politik yang panjang dalam kontestasi pemilu di Indonesia.
Saat diprediksi tak bakal lolos ke parlemen pada Pemilu 2014 lalu lantaran ketum partai saat itu, Suryadharma Ali tersandung kasus korupsi haji, PPP justru melenggang ke Senayan dengan perolehan 6,53 persen suara.
"Jadi apa yang menimpa ketua umum hari ini, saya yakini tidak akan memengaruhi elektabilitas," kata Hasrul.
Ditangkapnya Romi oleh KPK juga diyakini tak bakal memengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Kasus tersebut justru dinilai bakal memberi kesan positif untuk pasangan calon nomor urut 01 itu.
"Mengenai elektabilitas, justru kami lihat ini membuat publik makin percaya kepada Pak Jokowi. Bahwa Pak Jokowi tidak ada [melakukan] intervensi hukum," ujar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf, Arya Sinulingga, Jumat (15/3).
Sebagaimana diketahui, KPK meringkus Romi dalam sebuah OTT di Sidoardjo, Jawa Timur, Jumat (15/3). KPK menyebut, OTT tersebut dilakukan berkaitan dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama.
Saat ini, Romi telah tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.(int/nol)
"Koalisi Jokowi-Ma'ruf akan kehilangan fokus dan melemah karena kegaduhan internal dan tertangkapnya Ketum PPP," ujar pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Jumat (15/3).
Diketahui, Romi merupakan salah satu petinggi partai pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Tak hanya melemah, TKN, kata Pangi, akan dibuat sibuk dan fokus pada kasus yang mendera Romi. Pasalnya, TKN harus bekerja keras untuk menjaga dan mempertahankan elektabilitas pasangan calon yang diusungnya.
"Harus kita akui bahwa ini akan berimbas pada figur Pak Jokowi sendiri. Yang kedua soal isu sentimen, soal mengelola emosi publik," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini.
Tak hanya berdampak pada koalisi, sebagai ketua umum, kasus Romi akan membuat PPP sibuk pada pemulihan nama baik partai. Tak mustahil akan kembali muncul konflik berpepanjang di internal partai.
"Belum nanti pengaruhnya pada mesin partai dan pemenangan Pak Jokowi di Pilpres 2019," kata Pangi.
Betapa tidak, peranan partai begitu penting dalam pemenangan kontestasi pilpres. Jika mesin partai mati, lanjut Pangi, maka kemenangan dalam pilpres jadi hal yang mustahil dicapai.
Anggota Majelis Tinggi PPP Hasrul Azwar tak khawatir elektabilitas partainya akan merosot usai insiden OTT KPK. Dia yakin penangkapan Romi tidak akan memengaruhi elektabilitas partai.
Keyakinan Hasrul itu muncul lantaran PPP dinilai sudah teruji dan memiliki pengalaman politik yang panjang dalam kontestasi pemilu di Indonesia.
Saat diprediksi tak bakal lolos ke parlemen pada Pemilu 2014 lalu lantaran ketum partai saat itu, Suryadharma Ali tersandung kasus korupsi haji, PPP justru melenggang ke Senayan dengan perolehan 6,53 persen suara.
"Jadi apa yang menimpa ketua umum hari ini, saya yakini tidak akan memengaruhi elektabilitas," kata Hasrul.
Ditangkapnya Romi oleh KPK juga diyakini tak bakal memengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Kasus tersebut justru dinilai bakal memberi kesan positif untuk pasangan calon nomor urut 01 itu.
"Mengenai elektabilitas, justru kami lihat ini membuat publik makin percaya kepada Pak Jokowi. Bahwa Pak Jokowi tidak ada [melakukan] intervensi hukum," ujar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf, Arya Sinulingga, Jumat (15/3).
Sebagaimana diketahui, KPK meringkus Romi dalam sebuah OTT di Sidoardjo, Jawa Timur, Jumat (15/3). KPK menyebut, OTT tersebut dilakukan berkaitan dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama.
Saat ini, Romi telah tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK