PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Tim Jokowi Duga Kampanye Hitam ala PEPES Sistematis
Jakarta, Riauin.com -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan dugaan kampanye hitam terhadap pihaknya di Karawang, Jawa Barat, dilakukan secara sistematis.
Hal itu menanggapi penangkapan tiga orang perempuan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES) Karawang atas dugaan kampanye hitam di Karawang.
Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengklaim TKN akan menelusuri siapa aktor intelektual di balik kampanye hitam tersebut.
"Dari mana ibu-ibu ini mendapatkan informasi dengan mengkampanyekan hoaks dan fitnah keji seperti ini. Kami yakin bahwa cara-cara seperti ini ini dilakukan bukan lah berdiri sendiri, tapi sistematis," ujar dia dalam pesan singkat, Senin (25/2).
Ace menuturkan kampanye hitam tersebut telah menebar kebencian dan merugikan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Lihat juga: BPN Tegaskan Tak Pernah Arahkan Relawan untuk Kampanye Hitam
Lebih lanjut, politikus Partai Golkar ini menilai kampanye hitam tersebut juga terjadi di daerah lain. Ia juga mendesak Kepolisian dan pihak terkait untuk segara mengungkap secara serius, terutama menyangkut cara dan meteri kampanye.
Ia menilai perlu ada penindakan sebagai bentuk pembelajaran.
"Jika tidak, maka kampanye hoaks dan fitnah ini akan terus terjadi yang mengakibatkan rusaknya tatanan masyarakat," ujar dia.
Sebelumnya, Polres Karawang meringkus tiga perempuan karena diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf. Penangkapan tersebut merupakan tindakan preventif atas Kepolisian atas beredarnya video di media sosial yang diduga melibatkan ketiga perempuan tersebut.
Dalam video, ketiganya dalam kampanye dari pintu ke pintu meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan, melarang memakai hijab, dan memperbolehkan pernikahan sesama jenis.(int/nol)
Hal itu menanggapi penangkapan tiga orang perempuan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES) Karawang atas dugaan kampanye hitam di Karawang.
Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengklaim TKN akan menelusuri siapa aktor intelektual di balik kampanye hitam tersebut.
"Dari mana ibu-ibu ini mendapatkan informasi dengan mengkampanyekan hoaks dan fitnah keji seperti ini. Kami yakin bahwa cara-cara seperti ini ini dilakukan bukan lah berdiri sendiri, tapi sistematis," ujar dia dalam pesan singkat, Senin (25/2).
Ace menuturkan kampanye hitam tersebut telah menebar kebencian dan merugikan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Lihat juga: BPN Tegaskan Tak Pernah Arahkan Relawan untuk Kampanye Hitam
Lebih lanjut, politikus Partai Golkar ini menilai kampanye hitam tersebut juga terjadi di daerah lain. Ia juga mendesak Kepolisian dan pihak terkait untuk segara mengungkap secara serius, terutama menyangkut cara dan meteri kampanye.
Ia menilai perlu ada penindakan sebagai bentuk pembelajaran.
"Jika tidak, maka kampanye hoaks dan fitnah ini akan terus terjadi yang mengakibatkan rusaknya tatanan masyarakat," ujar dia.
Sebelumnya, Polres Karawang meringkus tiga perempuan karena diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf. Penangkapan tersebut merupakan tindakan preventif atas Kepolisian atas beredarnya video di media sosial yang diduga melibatkan ketiga perempuan tersebut.
Dalam video, ketiganya dalam kampanye dari pintu ke pintu meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan, melarang memakai hijab, dan memperbolehkan pernikahan sesama jenis.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK