PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Sandiaga Harapkan 'Unicorn' Indonesia Tak Dikuasai Asing
Jakarta, Riauin.com -- Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 2 mengatakan unicorn harus bisa berkembang bahkan jadi ikon perekonomian Indonesia.
"Jangan sampai justru unicorn-unicorn ini dikuasai oleh pemodal-pemodal besar dari luar negeri sehingga akhirnya kekayaan yang ada di Indonesia tersedot oleh (asing)," kata Sandiaga saat ditemui dalam acara nobar debat di Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (17/2).
Dihimpun dari berbagai sumber, unicorn adalah perusahaan rintisan (startup) yang memiliki nilai ekonomi dari bisnis yang dilakukan (valuasi nilai) hingga US$1 miliar. Presiden Jokowi sempat menyebut Indonesia memiliki empat unicorn yakni, Gojek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia.
Ia menambahkan, kepemilikan unicorn lebih baik oleh investor dalam negeri sehingga memberikan keuntungan sepenuhnya pada mereka dan bukan pada pihak asing. Di samping itu, dia pun setuju dengan pendapat Prabowo soal penambahan unicorn.
"Unicorn harus bertambah, kita ekonominya besar, pasarnya besar. Saya cukup optimistis kita bisa ciptakan 10-15 unicorn," katanya.
Meski terus menginginkan agar kepemilikan unicorn berada di tangan pemodal atau investor dalam negeri, Sandiaga tidak menampik bahwa pengembangan unicorn tak bisa dilakukan tanpa modal asing.
"Tentunya kita tidak bisa berkembang tanpa 100 persen tanpa modal asing tapi kekuasaan dan penguasaan ekonomi atau kalau kita sebut sebagai economic interest, kepentingan ekonomi.
Kalau kepentingan unicorn-unicorn tersebut adalah untuk bangsa dan negara sesuai dengan harapan kita bahwa setiap unicorn yang lahir dari benak orang Indonesia seperti Nadiem Makarim, Ahmad Zacky juga akan berkontrisbusi secara positif pada bangsa dan negara dan diharapkan masih dimiliki nasional," papar Sandiaga.
Sementara itu untuk jalannya debat secara umum, Sandiaga menilai Prabowo tampak rileks, begitu pula dengan Jokowi.
"Rileks juga tapi kurang senyumnya. Tapi Pak Jokowi rileks. Pak Jokowi tajam," tuturnya. (int/nol)
"Jangan sampai justru unicorn-unicorn ini dikuasai oleh pemodal-pemodal besar dari luar negeri sehingga akhirnya kekayaan yang ada di Indonesia tersedot oleh (asing)," kata Sandiaga saat ditemui dalam acara nobar debat di Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (17/2).
Dihimpun dari berbagai sumber, unicorn adalah perusahaan rintisan (startup) yang memiliki nilai ekonomi dari bisnis yang dilakukan (valuasi nilai) hingga US$1 miliar. Presiden Jokowi sempat menyebut Indonesia memiliki empat unicorn yakni, Gojek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia.
Ia menambahkan, kepemilikan unicorn lebih baik oleh investor dalam negeri sehingga memberikan keuntungan sepenuhnya pada mereka dan bukan pada pihak asing. Di samping itu, dia pun setuju dengan pendapat Prabowo soal penambahan unicorn.
"Unicorn harus bertambah, kita ekonominya besar, pasarnya besar. Saya cukup optimistis kita bisa ciptakan 10-15 unicorn," katanya.
Meski terus menginginkan agar kepemilikan unicorn berada di tangan pemodal atau investor dalam negeri, Sandiaga tidak menampik bahwa pengembangan unicorn tak bisa dilakukan tanpa modal asing.
"Tentunya kita tidak bisa berkembang tanpa 100 persen tanpa modal asing tapi kekuasaan dan penguasaan ekonomi atau kalau kita sebut sebagai economic interest, kepentingan ekonomi.
Kalau kepentingan unicorn-unicorn tersebut adalah untuk bangsa dan negara sesuai dengan harapan kita bahwa setiap unicorn yang lahir dari benak orang Indonesia seperti Nadiem Makarim, Ahmad Zacky juga akan berkontrisbusi secara positif pada bangsa dan negara dan diharapkan masih dimiliki nasional," papar Sandiaga.
Sementara itu untuk jalannya debat secara umum, Sandiaga menilai Prabowo tampak rileks, begitu pula dengan Jokowi.
"Rileks juga tapi kurang senyumnya. Tapi Pak Jokowi rileks. Pak Jokowi tajam," tuturnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK