PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Densus dan BIN ke Filipina Identifikasi Pelaku Bom Diduga WNI
Jakarta, Riauin.com -- RI mengirimkan tim ke Filipina untuk mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral di Jolo yang diduga merupakan warga negara Indonesia.
Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, mengatakan tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus 88, perwakilan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Luar Negeri.
"Hari ini, Polri (Densus 88 AT) bersama BIN, BNPT, dan Kemlu ke Filipina untuk identifikasi pelaku bom Filipina karena ada dugaan pelaku bom bunuh diri yang disebut-sebut dari Indonesia," ucap Iqbal saat dikonfirmasi pada Rabu (6/2).
"Dari Polri ada tiga orang (yang dikirim ke Filipina). Intinya, Indonesia ingin membantu mengungkap walaupun sampai saat ini belum ada fakta yang membenarkan bahwa itu (pelaku bom bunuh diri) benar WNI."
Pernyataan itu diutarakan Iqbal menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, pada pekan lalu yang menyatakan pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang pada Minggu (27/1) itu adalah WNI.
Namun, Menlu RI, Retno Marsudi, menyebut pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari otoritas Filipina. Sampai akhir pekan lalu, otoritas Filipina belum bisa mengonfirmasi hasil identifikasi pelaku bom tersebut.
"Kami mendengar kabar bahwa pelakunya warga Indonesia. Dari kemarin saya sudah berkomunikasi dengan otoritas Filipina, namun sampai pagi ini belum terkonfirmasi hasil identifikasinya," kata Retno, di Padang, Sabtu (2/2).
Dia menyatakan, berdasarkan komunikasi dengan pihak Filipina, proses investigasi dan identifikasi masih berlangsung.
"Jika betul WNI, akan kami pastikan," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Wiranto, memprotes sikap Filipina yang mengklaim pelaku sebagai WNI, padahal penyelidikan belum rampung.
"Saat ini cukup ramai dibicarakan mengenai tuduhan dari pihak Filipina terutama Menteri Dalam Negeri (Filipina) bahwa ada keterlibatan WNI dalam aksi teror di Filipina. Di sini saya sampaikan bahwa itu kan berita sepihak," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (4/1). (int/nol)
Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, mengatakan tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus 88, perwakilan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Luar Negeri.
"Hari ini, Polri (Densus 88 AT) bersama BIN, BNPT, dan Kemlu ke Filipina untuk identifikasi pelaku bom Filipina karena ada dugaan pelaku bom bunuh diri yang disebut-sebut dari Indonesia," ucap Iqbal saat dikonfirmasi pada Rabu (6/2).
"Dari Polri ada tiga orang (yang dikirim ke Filipina). Intinya, Indonesia ingin membantu mengungkap walaupun sampai saat ini belum ada fakta yang membenarkan bahwa itu (pelaku bom bunuh diri) benar WNI."
Pernyataan itu diutarakan Iqbal menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, pada pekan lalu yang menyatakan pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang pada Minggu (27/1) itu adalah WNI.
Namun, Menlu RI, Retno Marsudi, menyebut pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari otoritas Filipina. Sampai akhir pekan lalu, otoritas Filipina belum bisa mengonfirmasi hasil identifikasi pelaku bom tersebut.
"Kami mendengar kabar bahwa pelakunya warga Indonesia. Dari kemarin saya sudah berkomunikasi dengan otoritas Filipina, namun sampai pagi ini belum terkonfirmasi hasil identifikasinya," kata Retno, di Padang, Sabtu (2/2).
Dia menyatakan, berdasarkan komunikasi dengan pihak Filipina, proses investigasi dan identifikasi masih berlangsung.
"Jika betul WNI, akan kami pastikan," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Wiranto, memprotes sikap Filipina yang mengklaim pelaku sebagai WNI, padahal penyelidikan belum rampung.
"Saat ini cukup ramai dibicarakan mengenai tuduhan dari pihak Filipina terutama Menteri Dalam Negeri (Filipina) bahwa ada keterlibatan WNI dalam aksi teror di Filipina. Di sini saya sampaikan bahwa itu kan berita sepihak," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (4/1). (int/nol)
Berita Lainnya
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU