PILIHAN
Masuk Musim Hujan, BNPB Stop Operasi Bom Air di Riau
Riauin.com, Pekanbaru - Operasi pengeboman air menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Namun, memasuki musim hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghentikan operasi ini untuk sementara.
"Dua helikopter terakhir telah ditarik BNPB kemarin. Untuk sementara operasi pengeboman air dihentikan," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur seperti dilansir dari Antara, Senin (31/10/2016).
BNPB sebelumnya mengoperasikan enam helikopter pengebom air sebagai andalan penanggulangan Karhutla Riau.
Empat helikopter jenis MI-8MVT UR-CMI, MI-171, MI-8MVT UR-CMJ dan MI-172 terlebih dahulu ditarik awal Oktober setelah beroperasi lebih dari tiga bulan. Penarikan helikopter tersebut sesuai dengan kondisi Karhutla Riau yang terus menurun memasuki Oktober.
Sementara dua helikopter Sikorsky dan MI-8 tetap disiagakan untuk antisipasi potensi Karhutla. Dua heli tersebut sebelum ditarik sempat melakukan pemadaman di Kabupaten Kepulauan Meranti saat kebakaran hebat melanda lahan gambut kering di Pulau Rangsang.
"Saat itu memang hujan masih minim. Namun, kini BMKG telah memastikan Riau memasuki musim hujan hingga Desember," urainya.
Selain helikopter, BNPB sebelumnya juga turut menarik pesawat modifikasi cuaca. Pesawat jenis Cassa 212 yang beroperasi sejak Juli 2016 itu telah menyebar 66 ton garam sebagai upaya pembentukan hujan buatan.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru merilis sejumlah wilayah di Riau dalam sepekan terakhir terus diguyur hujan.
"Riau secara keseluruhan sudah masuk musim hujan. November mendatang merupakan puncak musim hujan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi.
Dia menjelaskan puncak musim hujan diprediksi akan terjadi hingga pertengahan Desember mendatang. Data yang ia kemukakan, saat ini hujan terjadi merata di seluruh Riau, dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir.
Selama 2016 ini, Riau dianggap berhasil menekan angka kebakaran hutan dan lahan hingga 60 persen. Hal itu tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara Pemerintah Provinsi Riau, TNI, Polri, BPBD yang tergabung dalam Satuan Tugas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. (red)
Berita Lainnya
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka